Catatan Perjalanan di Tahun 2009

Tahun 2009…

Tak terasa sudah akan berakhir. Hanya dalam hitungan beberapa jam lagi. Dan kehidupan ini kembali berputar menuju tahun yang baru. Dan aku menulis ini di hari terakhir di tahun 2009. Tahun yang akan segera kutinggalkan. Dengan beribu kenangan yang sebagian kubuang jauh di sudut hatiku yang gelap. Tersimpan dalam kotak kenangan yang kukunci rapat-rapat dan tak akan kubuka lagi.

Tahun ini adalah tahun terberat dalam hidupku. Dimana aku harus memutuskan satu pilihan yang amat teramat berat dalam hidupku. Suatu keputusan yang bagaikan buah simalakama, dimakan ibu mati, tak dimakan bapak mati. Namun itulah perjalanan hidupku. Aku harus memilih…

Awal tahun terlihat indah. Semua kenangan yang sempat ku tutup kembali dalam satu cahaya bernama masa lalu. Dia hadir kembali dengan berjuta mimpi dan asa yang ternyata kosong… Dan kembali aku terjatuh dalam kesemuan dunia. Dan cinta itu harus terenggut lagi dalam satu kemunafikan oleh jiwa yang pecundang. Dan semua berakhir tanpa ada yang tersisa. Sedikitpun…

Beranjak ke bulan kedua, aku dihadapkan pada satu pilihan. Keluar atau tetap bertahan dalam sangkar yang selama 24 tahun itu mengekangku dengan satu rantai hitam. Dimana disana hanya kutemukan dunia yang hitam, tawa yang palsu, kehangatan yang semu, pura-pura tidak tahu padahal sebenarnya tahu, pura-pura tersenyum padahal hati menangis, membawaku tak mengenal Tuhanku. Membawaku pada satu keraguan akan indahnya Sujud.

Dan aku pun memilih untuk pergi. Aku mulai menapaki kehidupan yang baru. Melepas semua belenggu duniawiku di rumah itu. Meninggalkan orang-orang yang selama ini aku anggap keluarga. Keluarga yang hanya mengandalkan materi. Keluarga yang angkuh, karena tersilap nafsu duniawi. Congkak bagaikan Firaun… “Kamu tidak akan bisa merubah hidup. Karena akulah yang bisa berkehendak atas hidupmu,” begitu kata seorang yang selama ini kupanggil Mom. Kalimat ini yang menjadi acuan hidupku. Aku ingin membuktikan bahwa Engkau salah, Mom. Yang bisa merubah hidup aku bukanlah Engkau. Tapi Aku sendiri, atas ijin Allah SWT, yang bisa merubah hidupku.

Akhirnya aku ada disini. Di satu kehidupan yang bertolak belakang dengan kehidupanku yang dulu. Dulu aku selalu tidur di atas Spring Bed Mewah, di kamar ber-AC, dilayani oleh 3 orang khadimatku. Sekarang aku tinggal sendiri, di kontakan petakan beralaskan tilam hasil pemberian seorang teman. Dulu ingin makan apa sudah tersedia di meja makan, segala kebutuhanku pun dengan mudah kudapatkan. Sekarang harus memasak sendiri dan mencari semua itu sendiri. Dulu aku selalu pergi dengan Blue New Jazz-ku (my last car). Sekarang aku hanya mengandalkan angkutan umum dan motor kantor. Dulu aku bisa menghabiskan uang mingguanku untuk belanja ini belanja itu, sekarang harus ada skala prioritas karena hanya mengandalkan gaji standar pegawai outsource.

Semua kuhadapi sendiri… hanya sendiri… Di saat-saat inilah aku menemukan teman yang benar-benar sejati. Dan juga teman yang hanya ada saat aku senang. Di saat inilah aku tahu yang mana kawan, yang mana lawan. Terlihat lebih jelas kemunafikan orang-orang yang cinta duniawi. Semua tergambar jelas tanpa ada yang tertutupi. Beberapa orang menyudutkanku, tak sedikit mencibirku. Berat… sungguh teramat berat. Betapa manusia begitu kejam menghakimi orang lain. Padahal aku tahu dengan jelas orang-orang yang menghakimiku tidaklah sepantasnya berbuat itu padaku. Tapi aku hanya diam…

Di saat inilah aku tahu betapa berharganya seorang sahabat. Yang banyak membantuku tanpa minta sedikit balas. Tapi aku masih belum bisa membalas semua kebaikannya. Buat teman sejatiku, sahabatku, Chalida… dan keluarga… Terima kasih atas segala kebaikan yang pernah lo kasih buat gue… maaf gue belum bisa balas… Seandainya nanti Allah nggak kasih gue kesempatan untuk balas semua kebaikan lo, pasti Allah yang akan membalas semuanya. Karena doa gue nggak akan putus buat lo dan keluarga. Juga buat Dhachri… Thanks yaa… Yang sabar menghadapi temanku itu… Hihihihi… Love U both… And all your family…

Dan sampailah aku disini… Di kota ini… Di kota dimana aku ingin melupakannya… Di kota dimana aku tak ingin mengingatnya. Karena di kota ini terlalu banyak luka, terlalu banyak sakit, terlalu banyak perih yang mungkin tak bisa diobati. Tapi Allah tak mengijinkan aku pergi. Allah tidak ingin aku lari. Allah ingin aku tetap di sini. Mengobati sakitku dengan menghadapi sakit itu sendiri. Allah ingin aku tetap disini… menghadapi yang tak ingin aku hadapi.

Tapi semua sakit itu perlahan mulai kuobati. Datang seorang malaikat yang Allah kirim untukku. Darinya aku belajar banyak hal. Aku tak boleh meratapi kesendirianku lagi, aku tak boleh menyimpan penyakit di hatiku. Dia membuatku memaknai kesendirianku. Dia membuat aku bangkit. Dia membuat aku tidak takut pada dunia. Padahal aku tahu, lukanya jauh lebih dalam dari luka yang tertoreh di hatiku.
Dia membuat hidupku yang gelap kembali berwarna. Dia yang membuat ceria hatiku. Tak pernah sedikitpun kulihat muram di wajahnya. Padahal aku tahu dalam hatinya sakit… Ada suatu belenggu yang tak bisa dia lepaskan. Aku tahu dia lelah dengan dunia. Tapi dia tak pernah mengeluh. Dia yang menjadikanku tegar…

Dan dia orang pertama yang berani mengatakan aku sakit. Aku telah jauh dari tangan Illahi. Dia yang menyentil telingaku saat aku lalai. Dia yang membuat lidahku kelu saat dia bertanya “Siapa Tuhan kamu?” Dia yang perlahan mengobati sakitku. Dengan caranya sendiri… Walau kadang aku masih tak mengerti dia.

Dia selalu menjagaku dalam keacuhannya. Dia senantiasa melindungiku dalam kediamannya. Namun kadang sifat kekanakanku muncul dan akhirnya menjadi bumerang untukku sendiri. Dan sekarang aku hanya bisa diam… Aku hanya bisa menanti… Menanti takdir Illahi atas doaku dan doanya yang bertebaran menuju singgasana-Nya. Aku hanya bisa berharap doa kami masih sama… Harap kami tak berubah… Walau kenyataan tak banyak bicara…

Tapi apapun akhir dari penantianku nanti, aku ikhlas… Apapun asal itu yang terbaik buat dia, aku ikhlas… Seikhlas aku mencintainya… Seikhlas aku memasak untuknya… Seikhlas aku merawatnya disaat dia sakit… Seikhlas aku menantinya kembali… Walau hanya untuk satu senyum saja. Aku yakin Allah nggak akan tidur. Allah nggak akan biarkan aku menangis lagi. Allah nggak akan membuatku sakit lagi. Tahun esok pasti aku akan bahagia. Tahun esok pasti Allah berikan aku buah yang bisa aku petik dari hari-hariku kemarin.

Dan hari ini aku siap menyongsong tahun yang baru. Dengan semangat yang baru. Aku tak akan menangis lagi, seperti janjiku padanya dan pada diriku sendiri. Aku tak akan mengeluh lagi. Aku yakin aku pasti akan meraih mimpiku di tahun mendatang. Semoga Allah memberiku Sabar… Dalam menjalani hari-hariku yang akan datang… Dan aku yakin… Aku pasti bisa…

Yuuuk… Bersihkan hati menyambut tahun yang baru… Semoga kita bisa memetik hikmah dari tahun-tahun kemarin. Dan memperbaiki kesalahan di tahun yang baru. Gunakanlah kesempatan selagi masih kau diberi kesempatan… Jangan disia-siakan ya Kawan… Mumpung masih ada waktu…

Lady Vhia
December 31st, 2009
16 jam menjelang pergantian tahun… bersiap-siap nyusul ke Kemang untuk menemaninya memancing… Buat teman-teman yang sering mengajakku hang-out/kumpul bareng, mohon maaf sampai saat ini aku masih jarang bisa memenuhi undangan kalian. Mohon mengerti kalau aku yang sekarang bukan lagi yang dulu. Ada hal-hal yang harus menggunakan skala prioritas. Dan maaf kalau harus menempatkan kalian di nomer kesekian. Tapi biar bagaimanapun, kalian tetap teman2 terbaikku… thanks for being here still… I’m proud to have you all…

Penganiayaan Terhadap Seorang Gadis Kurdish

Siang tadi aku dikirimkan sebuah video tentang perlakuan biadab kepada seorang gadis Kurdish berusia 17th. Lebih terkejut lagi setelah membaca kisah kenapa gadis itu dianiaya sampai mati bahkan dilempar dengan batu sampai akhirnya ia mati.

Dan parahnya semua ini dilakukan hanya karena si gadis mencintai seorang pria muslim Sunni. Sementara dia dan keluarganya adalah penganut Yadizis, suatu keyakinan monotheistic, yang mempercayai bahwa Tuhan itu satu. Tapi mereka tidak mempercayai adanya setan sebagai sumber dari kejahatan. Tapi kejahatan atau kebaikan bersumber dari pemikiran laki-laki. (Demikian kurang lebih yang saya bisa simpulkan dari http://www.gotjesustalk.com/?p=69)

Dan menurut Yazidis, laki-laki harus membunuh wanita dan anak perempuan untuk kehormatannya. Dan mereka hanya boleh menikah dengan penganut Yazidis juga. Begitu juga yang terjadi pada gadis tersebut. Dia dianggap mencoreng kehormatan dan mempermalukan keluarga karena mencintai seorang pria muslim Sunni. Yang akhirnya si gadis dihakimi oleh sekitar 7 orang laki-laki sampai akhirnya dia merenggut ajal.

Yang ingin lihat kisahnya bisa dilihat klik aja link di bawah ini :

http://www.dailymail.co.uk/news/article-452288/The-moment-teenage-girl-stoned-death-loving-wrong-boy.html

http://www.foxnews.com/story/0,2933,270111,00.html

Betapa manusia tidak pernah bisa bersikap adil dengan manusia lainnya. Betapa dunia ini berisi manusia-manusia sombong yang berpikir dirinya Tuhan sehingga sanggup mencabut nyawa seseorang. Tidakkah mereka pernah juga melakukan dosa? Kalau mereka merasa bersih bolehlah mereka menghakimi orang lain.

Seperti dalam film “Perempuan Berkalng Sorban”. Ada satu adegan yang menurut aku the best scene. Dimana Annisa dan Khudori dituduh berzina dan mereka dilempari batu oleh seluruh penghuni pesantren. Sampai akhirnya ibunda Annisa datang dan mengacungkan sebuah batu kepada seluruh penghuni sambil berkata, “Hanya yang tidak pernah melakukan dosa yang boleh melempar batu…”

Meskipun banyak yang menghujat film Perempuan Berkalung Sorban tapi menurut saya tidak sedikit pesan moral yang disampaikan dalam film itu. Tuhan saja tidak pernah secara langsung menghakimi umat-Nya. Allah SWT menegur umat-Nya dengan cara memberinya ujian-ujian baik dalam bentuk kesusahan maupun kesenangan.

So, bersikaplah bijak dalam menghadapi suatu permasalahan. Jangan mudah menggunjing orang. Ingatlah bahwa mulut kita adalah boomerang untuk kita. Ingatlah bahwa di atas langit masih ada langit.

Wallahu a’lam bish shawab…

 

#Lady Vhia, November 11th, 2009, setengah jam berlalu dari pukul enam.

In Memoriam Ibu Rohmani…

Tanah itu masih merah
Masih basah oleh air mata
Bunga-bunga masih mewangi
Menemani peristirahatanmu

Tak sempat aku memandangmu
Tak sempat aku menjumpaimu
Tak sempat ucapkan kata
Kau telah pergi selamanya

Selamat jalan Ibunda…
Hanya doa yang mampu kuhantarkan
Mengiringi perjalananmu kembali
Ke haribaan Illahi…

Selamat tinggal Ibunda…
Maafkan aku yang tak ada di sisimu
Tak sempat mencium keningmu
Hanya kenangan yang sempat terpeluk

• June 06th, 2009; 10:17pm

Serangkai puisi yang kubuat untuk mengenang salah satu Bunda terbaik yang pernah aku kenal. Seorang Bunda yang tak pernah lelah mendoakan putra-putrinya. Seorang Bunda yang tak pernah mengeluh membesarkan buah hatinya. Seorang Bunda yang mempunyai kasih yang tulus.

Dari rahimnya terlahir orang yang pernah aku sayang. Dari tangannya aku mengenal cinta tulus seorang Ibu. Dari pelukannya aku merasakan kehangatan yang tak ternilai. Dari nasihatnya aku sanggup melewati semua kekecewaan dan lara.

Masih ingat saat dia menatapku saat aku menjenguknya di rumah sakit 5 bulan yang lalu, awal beliau divonis Kanker Darah Putih (Leukimia). Tatapannya penuh kasih seorang Ibu. Yang selalu aku harapkan dari Ibuku. Masih teringat pesan terakhirnya yang meminta aku untuk berbuat baik pada Ibuku. Padahal saat itu aku ingin bercerita padanya. Meminta nasehat seperti biasanya. Namun karena pendengarannya mulai terganggu. Komunikasi kami jadi tak berlangsung baik.

Saat terakhir aku menemuinya aku minta doanya agar aku mendapat pekerjaan. Belum sempat aku memberitahunya bahwa aku sudah bekerja, belum sempat aku membagi kebahagiaanku, beliau sudah kembali pulang ke pangkuan Illahi. Allah lebih menyayanginya dan tak mau membiarkannya sakit lebih lama lagi.

Beberapa minggu yang lalu, sempat beliau datang ke mimpiku. Beliau memelukku dari belakang. Memintaku datang ke rumah. Sayangnya, belum sempat aku menengoknya, beliau dah dipanggil sang Mahapengasih.

Selamt jalan Ibu…!! Semoga amal ibadahmu diterima disisi Allah SWT. Dan diberikan tempat yang layak disisi-Nya. Dan senantiasa mendapatkan limpahan kasih sayang sebagaimana Engkau menyayangi orang-orang terkasihmu selama di dunia…(Lady)

 

June 8, 2009 at 9:34am

Rindu Rasul

“Rindu kami padamu Ya Rasul
Rindu tiada terperi
Berabad jarak darimu Ya Rasul
Serasa dikau disini

Cinta ikhlasmu pada manusia
Bagai cahaya suarga
Dapatkah kami membalas cintamu
Secara bersahaja”

*Rindu Rasul-Bimbo*

Tak pernah tak menangis aq mendengar lagu ini. Apalagi suara si penyanyi (Bunda Iin) begitu terdengar parau menyentuh kalbu. Langsung terbawaku ke alam kerinduan seorg manusia yang tiada pernah terperi.

Syair ini cukup simple tapi dahsyat. Bagaimana qta mencintai Rasul Allah padahal qta tak pernah bertemunx? Cinta yg hadir tnp kuantitas ptemuan. Bhkn smp saat inipun jujur saja aq masih sulit mencintai Allah dan Rasul-Nya. Karena aq tak pernah bertemu mereka.

Tapi itulah cinta sejati. Tanpa bertemu, tanpa bertatap muka, cinta mampu hadir dalam hati setiap mukmin. Namun aq sdr cintaku blm sbrp besar pada Allah dan Rasul-Nya krn msh terjerat cinta duniawi.

Ya Rasulullah.. Shalawat serta salam senantiasa tercurah padamu, keluargamu, shbt2mu.. Berikanlah aq syafaatmu Ya Rasulullah.. Agar aq bisa lebih mencintai Allah dan engkau Ya Nabiyullah..

Selalu senantiasa mengikuti perintah Allah yang diturunkan melaluimu. Dan senantiasa menjaga sunnahmu. Dan golongkanlah aq pada umatmu Ya Rasulullah.. Tunjukkan aq jalan yg diridhoi oleh Allah SWT..

Yaa Nabi salam alaika..
Yaa Rasul salam alaika..
Yaa Habib salam alaika..
Shalawatullah alaika..

*Lady, 9/3/09, 07:41am
masih amazing dgn mimpi tadi malam. Semoga suatu pertanda baik.

Review Novel ‘Jangan Miringkan Sajadahmu!’

Akhirnya selesai juga saya membaca novel yang bertajuk ‘Jangan Miringkan Sajadahmu!’ buah karya dari Muhammad B. Anggoro.

TWO THUMBS UP!!!

Benar2 sesuai dengan sub judulnya yaitu Sebuah Novel Hikmah, novel ini pun memberikan hikmah bagi para pembacanya baik yang sudah menikah ataupun yang belum menikah.

Cerita dimulai dengan adegan pertengkaran antara sepasang suami dan istri yang shaleh dan shalihah.dikarenakan si istri tidak mampu menerima kondisi ayah mertuanya. Si istri, Nastiti, merasa lelah mengurus ayah dari suaminya, Jati. Dan pertengkaran itu berakhir dengan jatuhnya Talak Tiga oleh Jati terhadap Nastiti. Padahal mereka masih sama-sama saling mencintai. Karena nafsu dan emosi sesaat sehingga terlontarlah Talak Tiga. Dan mereka tak bisa mengelak dari syariah mereka tidak bisa rujuk sebelum salah satu di antara mereka menikah dengan orang lain.

Sekelumit dialog saat Jati mendatangi Kyai Badawi, gurunya di pondok pesantren tempat dia mengenyam pendidikan.

“Astaghfirullahal ‘azhiim…! Kenapa bisa begitu, Jat? Kenapa kamu bisa sampai menalak istrimu tiga kali sekaligus?! Apa kamu tidak tahu akibat dari talakmu ini?!”

“Saya tahu, Pak Kiai… Ssss… Saya… Ingin minta tolong kepada Pak Kiai. Saya sangat mencintai istri saya, Pak Kiai. Saya tidak ingin berpisah dengannya. Sss… Saya… Ingin kembali menikahi istri saya, Pak Kiai…,” tangis Jati memelas.

“Nggak bisa, Jat! Walau kamu menangis darah sekalipun, nggak mungkin kamu bisa langsung menikahi istrimu lagi. Kecuali jika istrimu sudah menikah lagi dengan laki-laki lain, itu pun kalau suami baru istrimu itu mau menceraikan istrimu. Kalau tidak, kamu ya tetap tidak bisa menikahi istrimu lagi, Jat, seumur hidupmu…!

Kebayang nggak sih rasanya bila terlontar Talak Tiga oleh karena emosi dan nafsu sesaat? Sehingga harus memisahkan cinta suci suami-istri yang shalih dan shalihah tersebut.

Sang penulis mampu menggambarkan derita yang diakibatkan penyesalan karena mereka gak bisa memiliki cinta sejati dan cinta pertama mereka yang terpisah karena emosi dan nafsu sesaat. Yang akhirnya demi syariah, mereka harus menerima kehadiran Hafizh dalam kehidupan mereka. Namun harga diri, emosi, cinta, cemburu, sesal, getir tidaklah sesederhana itu. Apalagi setan selalu berusaha tanpa lelah menarik-narik sajadah kepatuhan di hati mereka agar tidak lurus kembali.

Sampai akhirnya Jati jatuh sakit karena memendam cinta dan penyesalannya terhadap Nastiti. Dan Jati meninggal meninggalkan cintanya dalam pelukan yang lain.

Saya sendiri sampai tiga kali menitikkan air mata saat membaca novel ini.. Yang pertama saat kematian Ayah Jati, yang kedua saat Jati dan Nastiti meratapi ketidakberdayaan cinta mereka untuk bersatu lagi dan saat Jati meninggal.

Hikmah yang dapat dipetik dari novel ini adalah :

Bagi Laki-laki (khususnya yang sudah menikah):
Jangan mudah mengucap kata cerai.. Apalagi sampai 3 kali.. Secara syariah istrimu tidaklah lagi halal bagimu. Walau kamu masih mencintainya. Kalau kata Papa saya… Laki-laki pantang berkata cerai. Karena bila terucap kata cerai, rejeki dalam rumah tangga pasti gak akan lancar. Itu kalau menurut Papa saya loh… So, berhati-hatilah dalam mengucap cerai. Jangan sampai terucap hanya karena emosi dan nafsu sesaat.

Bagi para wanita :
Novel ini mengajarkan bagaimana Istri harus bisa mengontrol emosi suaminya. Janganlah seorang istri membantah suaminya. Apalagi suaminya adalah orang yang shalih. Apabila suami emosinya meninggi, seharusnya si istri mencoba untuk meredam emosi suaminya bukan malah menyulut amarah suaminya.

Semoga kita terhindar dari hal-hal demikian. Dan mampu memetik hikmah dari setiap peristiwa. Mohon maaf kalau kurang berkenan di hati karena yang benar datangnya dari Allah SWT dan yang salah datangnya dari diri saya pribadi. (Lady)

December 29, 2008 at 11:10pm

King Cavalera’s Birthday Moment

Kemarin sore (28/12) akhirnya jadi juga kita ditraktir ma King Cavalera (Fajar). Awalnya cuma iseng-iseng aja. Eh, akhirnya terealisasikan juga. Dengan rencana yang serba dadakan tapi yang datang lumayan banyak juga. Yang akhirnya sempat membuat gue bernostalgia dengan temen2 lama gw yang bisa dibilang gak pernah ketemu padahal masih tetanggaan. Hihihi… maklum gue kan anak rumahan jadi jarang keluar rumah. Hehehe…

Awalnya gue mau request ke Warung Steak & Shake Kalimalang, tapi berhubung agak jauh dan pasti macet buanget… Secara sekarang lagi musim liburan. Ya udah akhirnya disepakati di Steak Obonk dekat M2 Radio. Rombongan gue (Gue, Abang gue, Nunu dan Aa) datangnya telat karena harus nunggu Aa pulang kerja dan Nunu yang abis siaran. So, sampe sana pas banget Maghrib… Sekalian buka puasa deh…

Sampe di sana dah banyak banget yang datang. Ada Tara, Icha dan Moker, Kiky, Sigit, Ikhsan, Dimas, Bang Andi, Wiwi & suami serta krucil2nya, Acep, Aris, sapa lagi yak??? lupa euy… disusul Beguy dan Anis. Ups…yang punya hajat kelupaan. Ya pastinya yang punya hajat ada juga disitu.

Trus Dek Tara dan Nunu sibuk mencatat pesanan2 teman-teman semua. Sembari yang lain pada gantian solat… Acara pun dilanjutkan dengan tiup lilin dan potong kue… Maaf ya Bro gak bisa bikini Birthday Cake… Berhubung gue lebih spesialis Coklat dan Brokus (Brownies Kukus) Jadi ya cuma itu yang bisa gue bawa dan bagi ke teman2. Itu pun bikinnya dadakan. Abis sign out di YM, solat Dzuhurn langsung deh buat… Secara gue paling demen acara ulang tahun. Buat gue setiap perayaan ultah wajib ada kue. Entah Black Forest, Cheese Cake, Tiramisu, atau apapun jenisnya walau bentuknya kecil setiap perayaan ultah kudu wajib harus ada kue. Jadi, besok2 kalau ada yang mau ngerayain ultahnya… telpon2 gue ya buat bikin kuenya… hehehe… teteup…promosi…

Hehehe…sempat amazing banget siy waktu melihat teman2 lama gue yang jarang banget ketemu pada datang. Gue pikir cuma 10 orang yang dilist ma Tara yang datang. Moker, Dimas, Tara yang dulu2 masih pada kecil-kecil sekarang dah pada gede-gede. Yang dulu teman main gue sekarang dah pada dewasa-dewasa. Padahal dulu pada culun-culun… hahaha… Ingat gak lo Git, waktu jaman SD dulu geng lo pernah berantem ma gue. Lupa dah tuh gara-gara apa. Hehehe… So Silly… Apalagi ngeliat Fajar, gue ingat Bapaknya… Guru Ngaji pertama gue. Huhuhu… jadi kangen waktu dulu ngaji… Apalagi pas tadarus…

Waaah… gara-gara Facebook… gue bisa ketemu lagi ma temen2 lama gue. Silaturahim itu memang indah… Semoga gak sampe disini aja yaa… Akan ada event-event yang gw bisa ikut andil di dalamnya… CU on next event…

 

 

#Lady Vhia, December 29, 2008 at 5:01pm#

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.