Bidadari Badung
06 May 2011 Leave a Comment
in New Collection 2011 Tags: Poems, puisi

Aku bidadari badungmu…
Kini melangkah sendiri di tengah sepi
Lewati hari yang tak terperi…
Hanya sendiri…
Aku bidadari badungmu…
Masih mencari satu mimpi
Meski harus lelah menanti
Dalam sepi…
Biarkan aku berlari
Mengejar mimpiku walau tak pasti
Meski harus kutinggalkanmu
Menjauh darimu…
Biarkan aku terbang tinggi
Kepakkan sayap yang sempat patah
Tuk wujudkan semua asa
Yang sempat kandas dibalik arang
Dan aku akan tetap menjadi
Bidadari Badungmu, Mom…!!!
*Lady Vhia*
In the corner of Silence, May 07th, 2011
“Really need Mom’s Hug…* (-,_-,)
I Cry…
13 Mar 2011 Leave a Comment

Jika aku menangis
Bukan berarti aku adalah cengeng
Bukan pula berarti aku lemah
Tidak pun berarti aku kalah
Bila aku menangis
Aku hanya ingin sendiri
Melepas penat di hati
Yang takkan pernah terobati
Air mata bukanlah lambang kelemahan
Ataupun pertanda kekalahan
Karena dengan menangis aku mampu
Melepas semua resah di hatiku
Dan saat ini…
Aku hanya ingin menangis…
* Lady Vhia*
di sabtu malam yang sepi… tiba-tiba ingin menangis… entah kenapa…
Saturday, March 12, 2011 at 10:55pm
Aku Ingin Hilang
05 Feb 2011 Leave a Comment
Aku ingin hilang…
Seperti asap rokok yang sering kau sebulkan.
Aku ingin hilang…
Seperti siang yang tersembunyi di balik malam.
Aku ingin hilang…
Laksana pasir yang terlepas dari genggaman.
Aku ingin hilang…
Melepas semua mimpi yang tak pernah terjawab.
Aku hanya ingin hilang…
Laksana kupu-kupu yang terbang terbawa angin…
Aku hanya ingin hilang…
Tanpa jejak yang akan bisa kau temui.
Aku hanya ingin hilang…
Agar kamu tak lagi perlu meresah di hati.
Aku hanya ingin hilang…
Dalam sepi yang kau berikan tanpa arti.
Aku hanya ingin hilang…
Lepas dari semua penat ini.
Tak ingin berharap lagi.
Aku hanya ingin hilang…
Biarkan aku menjadi mati.
Tanpa ada yang menemani…
*Lady Vhia, 24/12/2010
Catatan hampa di siang ini. Sehampa hatiku yang semakin lama semakin merapuh…
Rindu Hati
25 Oct 2010 Leave a Comment
Sepi kembali merajai hati
Kala dirimu jauh dari sisi
Seperti waktu yang berhenti
Menyemai rindu yang tak terperi
Hening kembali terdengar di ruang ini
Tanpa candamu yang membuat ramai
Membuat aku semakin menyadari
Aku tak mampu menjadi sendiri
Aku disini cuma bisa menanti
Kedatanganmu kembali di sini
Cepatlah kau pulang kembali
Obati rindu dalam hati…
* Lady Vhia
Hari ketiga di bulan Oktober… sepuluh menit menjelang pukul 10 malam… Masih tetap menanti… Kepulangannya dari luar kota… Pfffhhh… I hate to be missing U…
Menaklukkan Puncak
25 Oct 2010 Leave a Comment
Langit gelap menyambut kedatanganku.
Di kota hujan menuju akhir bulan Sembilan.
Menuju puncak melepas letihku.
Penat akan kota yang penuh kemunafikan.
Udara dingin pun langsung memeluk erat.
Merasuk hingga ke dalam tubuhku.
Menerobos lapisan pertahanan yang ku buat.
Meresap hingga ke aliran darahku.
Malam semakin pekat tanpa bintang.
Angin malam pun menampar wajahku yang lelah.
Menjadikannya beku dan memucat.
Laksana mayat hidup tanpa keranda.
Kabut putih pun mulai turun tak sabaran.
Mencumbu bibirku hingga memucat.
Membuat tubuhku menggigil hebat.
Diiringi hujan yang menari dalam gelap.
Ku rentangkan tangan mencoba bersahabat.
Membalas pelukan yang dingin bersahaja.
Dan aku pun semakin percaya…
Aku mampu menaklukkannya…
* Lady Vhia, 28/09/2010
Hasil pertapaan di Puncak Pass 48jam yang lalu… Dan aku mampu menaklukkan dinginnya… Hanya berbekal jaket jeans tipis… Ternyata semua kekuatan untuk melawan rasa yang tak kita kehendaki, ada dalam diri kita sendiri.
Andai Dulu
25 Oct 2010 Leave a Comment
Andai dulu kamu tak singgah dalam sepiku.
Mungkin rasa ini tak akan ada.
Andai dulu kamu tak basuh lukaku.
Mungkin aku masih berjibaku dengan hitam.
Andai dulu kamu tak pernah ucap kata itu.
Mungkin aku takkan pernah berharap.
Andai dulu kamu tak pernah punya mimpi itu.
Mungkin aku takkan pernah terluka.
Namun semua sudah terjadi…
Aku sudah terlanjur tenggelam dalam cinta yang tak pasti.
Menanti… Dan hanya kita yang masih menanti…
Biar aku tetap menunggu dalam rajutan sepi…
#Lady Vhia, 22 September 2010
Menit ke-6 di hari ini… Masih tetap terjaga… Dalam sepi… Menanti… Hanya kita yang tahu kenapa kita harus menanti… Love U, Tuan Hitamku…!!!
Untuk Tuan Hitamku…
25 Oct 2010 Leave a Comment
Mengapa senja berkelana menuju gelap?
Tertatih-tatih tertutup hitam.
Menggayut mimpi yang tak pernah pulang.
Tersangkut temali di tengah jalan.
Mengapa perih tersiram cuka?
Di atas luka yang belum kering.
Terasa sakit tanpa mampu terobati.
Hanya bisa terpendam di jelaga malam.
Hai Tuan Hitamku…
Mengapa angkuh selalu kau pamerkan?
Lukai hati yang penuh harap.
Merosak mimpi yang kian memuncak.
Hai Tuan Hitamku…
Kemana cinta yang pernah kau semaikan?
Kepada diri yang telah banyak terluka.
Menanti cinta yang tak pernah terjawab.
Aku akan tetap menunggumu.
Meski batu kau lemparkan padaku.
Aku akan tetap menantimu.
Meski kau coba mematikan hatiku.
Aku hanya akan menunggu…
Walau tanpa balas sekalipun…
* Lady Vhia, hari pertama di bulan September’10. Special buat seorang Tuan Hitamku… Kamu memang benar2 hitam… •-̶̶•̸Ϟ•̸ ĥǻĥǻĥǻĥǻ•-̶̶•̸Ϟ•̸ … Gak apa2 hitam… Yang penting hatinya jangan yaaaa…!!!
Rapuh…
25 Oct 2010 Leave a Comment
Selama ini ku coba untuk kuat
Selama ini ku coba tuk bertahan
Selama ini ku coba tak melelah
Tapi sekali lagi aku rapuh…
Aku takkan pernah menyerah
Aku tak pula kan meninggalkannya
Tak juga menghentikan langkah
Tapi kali ini aku rapuh…
Ku sematkan mimpiku di langit malam
Ku gantungkan mohonku di bibir senja
Ku layangkan harapku di langit cerah
Dengan sejuta suka cita didalam jiwa
Namun entah kenapa,
Aku masih merasa rapuh…
-Lady Vhia-
2nd of August… Menelusuri malam tanpa makna. Menorehkan berbait kata dalam serpihan rindu. Yang kini terbalut rapuh…
Aku Muak…
25 Oct 2010 Leave a Comment
Aku muak…
Dengan kemunafikan yang ada
Aku muak…
Dengan kesombongan yang meraja
Mengobarkan hati menjadi amarah
Meludahi diri seolah aku nista
Aku muak…
Pada kepura-puraan semata
Aku muak…
Sangat teramat aku muak…
Sayang mereka tak pernah sadari
Bahwa aku muak…
-Lady Vhia -
Pagi dini hari kedua di bulan Agustus… Tidak bisa tidur… Karena tiba-tiba aku muak… :’(
Menunggu
21 Apr 2010 4 Comments
Entah apa yang aku tunggu?
Untuk apa aku menunggu?
Sampai kapan aku menunggu
Tanpa kepastian..
Tanpa harapan..
Yang ada hanyalah
debur emosi yang bertautan
dalam gelap tanpa cahaya
Dan aku hanya bisa menunggu…
Walau ku tahu tak kan pasti…
Dan tetap menunggu…
Menunggu… Mati…
(Coretan iseng tengah malam…)


New Comments