Bidadari Badung

Aku bidadari badungmu…

Kini melangkah sendiri di tengah sepi

Lewati hari yang tak terperi…

Hanya sendiri…

Aku bidadari badungmu…

Masih mencari satu mimpi

Meski harus lelah menanti

Dalam sepi…

Biarkan aku berlari

Mengejar mimpiku walau tak pasti

Meski harus kutinggalkanmu

Menjauh darimu…

Biarkan aku terbang tinggi

Kepakkan sayap yang sempat patah

Tuk wujudkan semua asa

Yang sempat kandas dibalik arang

Dan aku akan tetap menjadi

Bidadari Badungmu, Mom…!!!

*Lady Vhia*

In the corner of Silence, May 07th, 2011

“Really need Mom’s Hug…* (-,_-,)

I Cry…

Jika aku menangis

Bukan berarti aku adalah cengeng

Bukan pula berarti aku lemah

Tidak pun berarti aku kalah

 

Bila aku menangis

Aku hanya ingin sendiri

Melepas penat di hati

Yang takkan pernah terobati

 

Air mata bukanlah lambang kelemahan

Ataupun pertanda kekalahan

Karena dengan menangis aku mampu

Melepas semua resah di hatiku

 

Dan saat ini…

Aku hanya ingin menangis…

 

* Lady Vhia*

di sabtu malam yang sepi… tiba-tiba ingin menangis… entah kenapa…

Saturday, March 12, 2011 at 10:55pm

Aku Ingin Hilang

Aku ingin hilang…

Seperti asap rokok yang sering kau sebulkan.

Aku ingin hilang…

Seperti siang yang tersembunyi di balik malam.

Aku ingin hilang…

Laksana pasir yang terlepas dari genggaman.

Aku ingin hilang…

Melepas semua mimpi yang tak pernah terjawab.

 

Aku hanya ingin hilang…

Laksana kupu-kupu yang terbang terbawa angin…

Aku hanya ingin hilang…

Tanpa jejak yang akan bisa kau temui.

Aku hanya ingin hilang…

Agar kamu tak lagi perlu meresah di hati.

Aku hanya ingin hilang…

Dalam sepi yang kau berikan tanpa arti.

 

Aku hanya ingin hilang…

Lepas dari semua penat ini.

Tak ingin berharap lagi.

Aku hanya ingin hilang…

Biarkan aku menjadi mati.

Tanpa ada yang menemani…

 

 

*Lady Vhia, 24/12/2010

Catatan hampa di siang ini. Sehampa hatiku yang semakin lama semakin merapuh…

Rindu Hati

Sepi kembali merajai hati

Kala dirimu jauh dari sisi

Seperti waktu yang berhenti

Menyemai rindu yang tak terperi

 

Hening kembali terdengar di ruang ini

Tanpa candamu yang membuat ramai

Membuat aku semakin menyadari

Aku tak mampu menjadi sendiri

 

Aku disini cuma bisa menanti

Kedatanganmu kembali di sini

Cepatlah kau pulang kembali

Obati rindu dalam hati…

 

 

* Lady Vhia

Hari ketiga di bulan Oktober… sepuluh menit menjelang pukul 10 malam… Masih tetap menanti… Kepulangannya dari luar kota… Pfffhhh… I hate to be missing U…

Menaklukkan Puncak

Langit gelap menyambut kedatanganku.

Di kota hujan menuju akhir bulan Sembilan.

Menuju puncak melepas letihku.

Penat akan kota yang penuh kemunafikan.

 

Udara dingin pun langsung memeluk erat.

Merasuk hingga ke dalam tubuhku.

Menerobos lapisan pertahanan yang ku buat.

Meresap hingga ke aliran darahku.

 

Malam semakin pekat tanpa bintang.

Angin malam pun menampar wajahku yang lelah.

Menjadikannya beku dan memucat.

Laksana mayat hidup tanpa keranda.

 

Kabut putih pun mulai turun tak sabaran.

Mencumbu bibirku hingga memucat.

Membuat tubuhku menggigil hebat.

Diiringi hujan yang menari dalam gelap.

 

Ku rentangkan tangan mencoba bersahabat.

Membalas pelukan yang dingin bersahaja.

Dan aku pun semakin percaya…

Aku mampu menaklukkannya…

 

 

* Lady Vhia, 28/09/2010

Hasil pertapaan di Puncak Pass 48jam yang lalu… Dan aku mampu menaklukkan dinginnya… Hanya berbekal jaket jeans tipis… Ternyata semua kekuatan untuk melawan rasa yang tak kita kehendaki, ada dalam diri kita sendiri.

Andai Dulu

Andai dulu kamu tak singgah dalam sepiku.

Mungkin rasa ini tak akan ada.

Andai dulu kamu tak basuh lukaku.

Mungkin aku masih berjibaku dengan hitam.

 

Andai dulu kamu tak pernah ucap kata itu.

Mungkin aku takkan pernah berharap.

Andai dulu kamu tak pernah punya mimpi itu.

Mungkin aku takkan pernah terluka.

 

Namun semua sudah terjadi…

Aku sudah terlanjur tenggelam dalam cinta yang tak pasti.

Menanti… Dan hanya kita yang masih menanti…

Biar aku tetap menunggu dalam rajutan sepi…

 

 

#Lady Vhia, 22 September 2010

Menit ke-6 di hari ini… Masih tetap terjaga… Dalam sepi… Menanti… Hanya kita yang tahu kenapa kita harus menanti… Love U, Tuan Hitamku…!!!

Untuk Tuan Hitamku…

Mengapa senja berkelana menuju gelap?

Tertatih-tatih tertutup hitam.

Menggayut mimpi yang tak pernah pulang.

Tersangkut temali di tengah jalan.

 

Mengapa perih tersiram cuka?

Di atas luka yang belum kering.

Terasa sakit tanpa mampu terobati.

Hanya bisa terpendam di jelaga malam.

 

Hai Tuan Hitamku…

Mengapa angkuh selalu kau pamerkan?

Lukai hati yang penuh harap.

Merosak mimpi yang kian memuncak.

 

Hai Tuan Hitamku…

Kemana cinta yang pernah kau semaikan?

Kepada diri yang telah banyak terluka.

Menanti cinta yang tak pernah terjawab.

 

Aku akan tetap menunggumu.

Meski batu kau lemparkan padaku.

Aku akan tetap menantimu.

Meski kau coba mematikan hatiku.

Aku hanya akan menunggu…

Walau tanpa balas sekalipun…

 

* Lady Vhia, hari pertama di bulan September’10. Special buat seorang Tuan Hitamku… Kamu memang benar2 hitam… •-̶̶•̸Ϟ•̸ ĥǻĥǻĥǻĥǻ•-̶̶•̸Ϟ•̸ … Gak apa2 hitam… Yang penting hatinya jangan yaaaa…!!!

Rapuh…

Selama ini ku coba untuk kuat
Selama ini ku coba tuk bertahan
Selama ini ku coba tak melelah
Tapi sekali lagi aku rapuh…

Aku takkan pernah menyerah
Aku tak pula kan meninggalkannya
Tak juga menghentikan langkah
Tapi kali ini aku rapuh…

Ku sematkan mimpiku di langit malam
Ku gantungkan mohonku di bibir senja
Ku layangkan harapku di langit cerah
Dengan sejuta suka cita didalam jiwa

Namun entah kenapa,
Aku masih merasa rapuh…

 

-Lady Vhia-
2nd of August… Menelusuri malam tanpa makna. Menorehkan berbait kata dalam serpihan rindu. Yang kini terbalut rapuh…

Aku Muak…

Aku muak…
Dengan kemunafikan yang ada
Aku muak…
Dengan kesombongan yang meraja

Mengobarkan hati menjadi amarah
Meludahi diri seolah aku nista

Aku muak…
Pada kepura-puraan semata
Aku muak…
Sangat teramat aku muak…

Sayang mereka tak pernah sadari
Bahwa aku muak…

-Lady Vhia -
Pagi dini hari kedua di bulan Agustus… Tidak bisa tidur… Karena tiba-tiba aku muak… :’(

Menunggu

Menunggu..
Entah apa yang aku tunggu?
Untuk apa aku menunggu?
Sampai kapan aku menunggu

Tanpa kepastian..
Tanpa harapan..

Yang ada hanyalah
debur emosi yang bertautan
dalam gelap tanpa cahaya

Dan aku hanya bisa menunggu…
Walau ku tahu tak kan pasti…
Dan tetap menunggu…
Menunggu… Mati…

(Coretan iseng tengah malam…)

Lady Vhia
April 14, 2010 at 12:17am

Previous Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.