Happy 31st Birthday, Mas Itemku!!!

12:00 AM – 22/11/2010

Trererererererereretttt….

Alarmku berbunyi menandakan hari ini memasuki hari kelahiranmu. Met Milad, masku yang baik…!!! Alhamdulillah tahun ini aku masih dikasi kesempatan untuk sama-sama dengan kamu di hari ulang tahun kamu. Semoga kebersamaan ini tak pernah berakhir sampai maut yang memisahkan kita.

Di awal dini hari ini, kupanjatkan doa untukmu di hari miladmu. Semoga kamu senantiasa dalam lindungan Allah SWT. Semoga kamu senantiasa pula diberikan kesehatan agar mampu menjalani hari-harimu yang amat terasa berat ini. Dan semoga Allah segera memberi jalan keluar atas segala permasalahan-permasalahan hidup kamu. Agar kamu bisa lebih ringan dan pasti dalam melangkah.

Hari ini aku membuatkanmu Cake special. Tapi nggak tau rasanya gimana. Soalnya hari ini aku mendadak nggak konsen buatnya. Kepikiran takut-takut kamu akan marah seperti tahun lalu karena aku bermaksud untuk merayakan ulang tahun kamu. Semoga kamu suka…

Satu hal yang perlu kamu tahu, aku merayakan ultahmu bukan karena aku mencari perhatianmu. Aku melakukan ini semua ya karena beginilah caraku menyayangi seseorang. Bukan cuma kamu, Orang-orang yang sangat dekat di hati aku semua kuperlakukan sama seperti apa yang kulakukan ke kamu di setiap ultah mereka.

Aku hanya ingin memberikanmu satu kejutan-kejutan sederhana, dengan cara yang teramat sederhana. Sehingga kamu bisa merasakan kebersamaan yang ku berikan. Aku tidak pernah memintamu melakukan hal yang sama di hari miladku. Cukup kamu ingat, aku sangat mengucapkan terima kasih. Aku hanya tidak bisa memberikanmu kado yang mewah seperti yang ia selalu berikan ke kamu. Aku tak memiliki sejumlah rupiah untuk itu semua. Aku hanya bisa memberikanmu suguhan sederhana ini. Bukan untuk meminta balasan. Tapi inilah salah satu caraku mencintaimu.

Andai kamu selalu mengerti dan coba untuk pelajari makna dari apa-apa saja yang telah aku lakukan ke kamu. Bukan hanya bisanya salah paham sehingga meningkatkan emosi yang berkepanjangan. Semua ini kulakukan karena aku sayang kamu. Meski cintaku salah…

Kamu terlalu baik , Mas… Bahkan aku sangat memujamu… Karena kamu baik… Kamu satu-satunya orang yang saat ini masih peduli padaku. Walau aku tak pernah tahu nilai keikhlasan di hatimu. Kamulah satu-satunya keluarga, sahabatku disini. Setidaknya pada saat ini. Meski kamu marah, tapi aku tak pernah bisa melihat marahmu. Dibalik itu semua aku tahu, jauh di lubuk hatimu yang paling dalam, kamu nggak mau bersikap seperti ini padaku.

Kalau aku sering meneleponmu saat kamu nggak ada di dekat aku, itu bukan karena aku ingin mengganggumu. Tapi memang aku sedang butuh teman. Aku cuma pengen ngobrol. Melerai kesepian yang merajai hati. Kalau aku selalu memintamu untuk makan di rumah. Itu hanya karena aku ingin dekat dengan kamu. Meski kita hanya diam walau berada di satu ruangan. Setiap hari hanya pada moment makan malamlah kita bisa bertemu. Selebihnya waktu kamu banyak kamu habiskan diluar. Hari kerja pagi sampai malam kamu di kantor. Weekend kamu pergi sama dia. Hanya saat-saat itulah, meski cuma 30menit. Itu cukup untuk membuatku merasa senang berbagi dengan kamu.

Kalau aku sering kamu nilai bawel. Itu karena aku merasa apa yang aku pikirkan benar. Tapi kalau itu tidak sejalan denganmu, kamu akan marah bukan mendiskusikannya. Alhasil, kita hanya bisa berdiam seperti dua orang yang tak saling kenal. Kalau aku salah aku juga pasti akan terima kamu katakan aku salah.

Entahlah, aku tak pernah benar-benar mengerti hatimu. Meski kamu selalu meminta untukku melihatmu tidak dengan emosi. Tapi aku terkadang masih tak mengerti hatimu yang sesungguhnya. Hanya bisa tawakal atas kebesaran cinta Allah yang sempat tertitipkan di hati kita berdua.

Met milad, Mas…!!! Semoga kita akan senantiasa tetap bersama-sama. Semoga Allah menjadikanmu yang terbaik bagiku. Menjadi imam dalam setiap shalat-shalatku dan juga kehidupanku nanti. Menjadi seorang kakak yang senantiasa melindungiku. (Aku rindu kamu peluk aku untuk memberiku kekuatan disaat aku merapuh dulu). Menjadi seorang ayah yang senantiasa memberi petuah-petuah bijaksana. Menjadikanku lebih bisa memaknai hidup.

Semoga rejeki, kedudukan, posisi, dan tanggung jawab yang kamu emban, tidak membuatmu lupa diri, angkuh dan sombong dalam berperilaku pada orang lain. Tetap jadi masku yang selalu penuh semangat!!! Dengan gigi gingsul yang tersembul di setiap senyumanmu. Dengan tangan kokoh yang mengepal ke udara.

Akhirul kata, aku hanya ingin kamu tahu… Aku sayang kamu… Sama seperti saat pertama kali aku bertemu. Sama seperti saat pertama kali kamu menyentuh hatiku. Meski kini kamu tengah meninggalkanku dalam keadaan yang menggantung tak jelas arah. Namun, selama aku masih disini, aku tak akan pernah emnghapus sedikit saja cinta di hatiku. Hanya Allah yang berhak menghapus dan mengambil titipan cinta-Nya untukmu melalui aku…
Besok pagi kita tiup lilin yaaa!!! Love U, Birthday Man…!!! Keep smiling!!! It is Ur day…

 

 

 

Lady Vhia

22/11/2010, 12;30 AM


New Year’s Eve 2010

Tahun baru Islam aku merayakannya dengan memancing di Le Bridge, Ancol… Tapi masuknya agak telat. Hampir jam 9 sampai sana. Suasananya ramai sekali. Banyak yang pacaran… *bikin migraine mode on* dan banyak juga yang mandi di laut. Karena malam tahun baru Islam dikenal dengan Malam Satu Suro. Dan menurut kepercayaan orang-orang yang mandi di sana, mereka menjalankan syariat bahwa menyambut tahun baru harus mandi besar di laut. Biar dosa-dosa di tahun lalu terhapuskan. Suatu pemikiran yang aneh. Masak mandi bisa menghapus dosa. Mandi aja tiap hari biar nggak punya dosa. Tak sedikit pula banyak yang mandi karena memandikan segala sesuatu benda gaib yang ditanam di badannya. Tak sedikit kembang yang berserakan di laut. Naudzubillahi min dzalik…

Dan tahun baru masehi kali ini aku juga merayakannya dengan memancing di Bagan Bende, Ancol. Tadinya nggak ada rencana sama sekali. Cuma dia bilang mau mancing ke laut. Tadinya mau hari Rabu malam berangkat. Soalnya dia lagi pusing banget abis tutup tahun dan dibentak sama Manager Area. Tapi nggak jadi karena sudah terlalu malam. Pulang kantor aja jam ½ 9 malam…

Sepulang dari mancing di Kemang (31/12), dia langsung mengajak siap-siap mancing ke Ancol. Alhasil dengan persiapan ala kadarnya berangkatlah kita ke Ancol menjelang maghrib. Sampai sana ternyata sudah ramai oleh pengunjung. Apalagi banyak musisi-musisi ternama yang tampil dalam konser-konser menyambut tahun baru. Di Pantai Carnaval ada Ungu, dan kawan-kawan. Entah siapa yang mengisi acara di Pantai Festival. Kami langsung menuju Bagan Bende sesampainya di sana.

Dan akhirnya terlepas dari kebisingan dan keramaian pengunjung Ancol. Berganti dengan suasana laut yang hening. Diiringi suara ombak yang bersahutan dengan angin malam. Hanya terdengar sayup-sayup suara Pasha dan kawan-kawan di Pantai Carnaval… Dan juga sesekali kembang api dinyalakan silih berganti oleh para pengunjung…

Bukan sekali ini aku merayakan tahun baru di Ancol. Tadinya enggan karena mengingat padatnya pengunjung di malam tahun baru. Tapi dia bilang, “Kita mancing di area pemancingan, kok. Di situ khusus mancing. Nggak akan ramai seperti kita kesana kemarin.” Dan sumpah… Viewnya ajiiiib banget… So wonderful night…

Tapi sayang untuk acara buang hajat masih harus keluar. Itu artinya masih bertemu dengan keramaian. Dan alhasil untuk sekedar buang air kecil bisa antri hampir sejam. Di depanku kurang lebih 35 perempuan sedang mengantri. Upfff… Untung masih bisa diajak kompromi. Jadi masih bertahan sampai mendapat giliran toilet. Dan hal yang sama berulang di pagi hari. 3 toilet aku lalui dan hasilnya antri semua… Tahu begini mending bawa pampers… hehehehehe…

Dan ternyata di dalam Bagan Bende ada WC umumnya. Aku baru tahu di pagi harinya setelah balik dari toilet. Udah jalan jauh, ngantri, ternyata ada yang lebih dekat dan nggak pake antri. Sayang hapeku di-silent. Padahal dia telpon kasih tahu kalau ada WC umum di dalam Bagan Bende.

Dan pemandangan yang menyedihkan terjadi di pagi hari. Saat petugas kebersihan membersihkan Bagan Bende dengan sapu lidi di tangannya. Kenapa menyedihkan? Karena lautku yang indah dirusak oleh tangan-tangan kotor tak bertanggung jawab. Dengan enaknya petugas kebersihan itu membuang sampah ke laut dan merusak lautku yang indah. Jadi banyak sampah. Kayak mincing di Kali Kemang banyak sampahnya. Kenapa sampah itu nggak dikumpulkan pada satu wadah yang kemudian dikumpulkan di tempat pembuangan sampah? Bukan dibuang ke laut seperti itu. Hufh… betapa masih banyak tangan-tangan manusia yang merusak bumi ini. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa orang tersebut.

Tapi semua penderitaan di malam itu terbayar saat waktu menunjukkan pukul 12.00 am. Saat kembang api sudah mulai dinyalakan. Subhanallah… Indah banget… Aku sampai nggak berkedip sedikitpun. Sambil sibuk membidikkan kameraku. Tapi ternyata susah banget membidik kembang api. Masih mending membidik aku yang suka bergaya. Hehehehe…

Dan yang paling aku sesali saat kembang api di daerah Pantai Carnaval dinyalakan, baterai kameranya habis. Padahal disana puncak kembang api yang spektakuler. Dan viewnya dari tempat aku berdiri indah banget. Tak terhalang sesuatu sedikitpun. Terasa dekat sekali. Dentumannya yang keras sampai menggetarkan jantungku. Warna-warninya indah. Cahayanya berpijar laksana menari di tengah gelapnya malam. Menyambut sang bulan yang mulai purnama.

Dari situ aku belajar bahwa janganlah kita langsung menilai sesuatu yang indah dengan nafsu dan mengejarnya sampai dapat. Padahal kita tidak tahu justru ternyata ada keindahan lain yang lebih indah dari yang kita kejar. Namun tidak kita sadari karena masih tersembunyi. Dan penyesalan selalu datang belakangan. Kalau bisa direwind, aku akan merewind dan membidikkan kameraku di bagian akhir pertunjukan.

Mau lihat hasil bidikanku??? Bermodalkan kamera digital punya si mas, dan kemampuan memotret yang sangat amatir. Aku berhasil mengabadikan sebagian pemandangan di malam tahun baru itu. Klik http://www.facebook.com/album.php?aid=7395&id=100000429027627&saved#/album.php?aid=7395&id=100000429027627&ref=mf untuk melihat hasil bidikanku…

It’s the first day of this year… And I spend it with him… So wonderful moment… Makasih ya Mas udah di ajak ke sini. Memang sih kita kesana untuk memancing bukan untuk merayakan tahun baru. Tapi ternyata dikasih bonus sama Allah untuk melihat pemandangan yang seindah malam itu. Kembang api, bulan purnama, birunya laut, angin malam, langit merah di pagi hari, ikan-ikan yang bertransmigrasi, burung elang yang berterbangan, semua itu indah… Seindah kamu menatap pancingan berharap ada yang menariknya. Dan malam itu, kita cuma dapat 3 ikan kecil-kecil. Ternyata Allah kasih rejekinya cuma yang kecil-kecil doang mas… Ya, memancing kan butuh kesabaran tingkat tinggi.

Tahun depan kita pasti bisa menaklukkan ikan besar. Sabar ya mas… Tetap belajar dan belajar… Pasti lama-lama kita bisa expert kayak yang di Mancing Mania… Hohohohoho… Just learn and hope… We can do it…

Met tahun baru ya, Mas… Makasih kamu udah kasih kesempatan menghabiskan malam tahun baru dengan aku. Walau masih kadang diomel-omelin. Semoga di tahun yang akan datang nggak akan ada lagi sakit, nggak akan ada lagi tangis. Yang ada cuma tawa, tawa yang dulu selalu aku lihat. Bukan kening yang berkerut atau wajah yang bermuram seperti yang belakangan ini aku lihat. Yang bisa merubah diri kamu lebih baik bukan aku, bukan siapa, tapi kamu sendiri… Happy New Year…

And happy new year too for all my friends… Semoga di tahun yang akan datang, kita akan menjadi lebih baik dari tahun-tahun kemarin. Ingat… Kiamat 2012… Sisa 2 tahun lagi nih… Hehehehehe… Juz Intermezzo… Kapanpun itu kita harus siap pada ajal. Dan kalau mau dapat yang terbaik, perbaiki dulu diri kita sendiri. Tanyakan pada diri kita, sudahkah aku pantas mendapat yang terbaik???

Happy New Year 2010……!!!!!!!!!

Lady Vhia
January 1st, 2010
Sore hari ba’da ashar… Masih mengantuk sisa-sisa tidak tidur tadi malam, karena angin malam yang dingin menusuk sampai ke dalam dagingku. Membekukan hati dan pikiranku sesaat. Padahal sudah berselilmut terpal… Tapi hawa dingin tetap menyeruak masuk hingga ke kalbu… Dan setelah ini… tidur lagi ah….

Special In Mother’s Day…

“Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintangan untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki penuh darah, penuh nanah..”

Mam…
Sudah beribu kilo langkah kakimu kau pijakkan. Untuk memberiku semua ini. Walau jalan yang kau tempuh terkadang menyimpang. Meraih kesenangan diri yang diliputi ego dan kemunafikan.

Mam,
Saat kau marah, kau menjadi tidak ikhlas. ‘Berapa banyak uang yang sudah Mam keluarkan untuk membesarkan kamu?’ itu yang selalu kau ucapkan… Sedih Mam.. Sampai saat ini aku tak mampu membalas jasamu. Tak mampu aku menggantikan langkah-langkahmu diatas kerikil tajam dan bara api demi menghidupiku. Melimpahkanku dengan materi semata yang terasa semu.

Mam,
Andai kau tau… Aku lelah dengan semua ini. Di balik tembok besar bertopeng kemewahan. Membatasi ruang gerakku yang ingin memelukmu. Membatasi ruang kalbuku untuk ungkap sayangku padamu. Hanya bisa menangis dan meratapi kehampaanku. Hanya mampu menangisi kesendirianku. Dan membuatmu jauh dariku… Walau kau ada didekatku…

Mam,
Maafkan aku yang tak pernah ungkap sayangku padamu. Maafkan aku yang tak pernah mengusap keningmu saat kau sakit. Tapi aku sayang Mam… Aku nggak akan pernah lupakan Mam… Aku nggak akan bisa tinggalkan Mam… Tanpa Mam mungkin saat ini aku nggak bisa hidup dengan layak. Tanpa Mam aku nggak akan bisa memaknai hidup. Dan tanpa Mam, aku nggak bisa mengenal warna dalam hidup… Walau hanya dalam kesemuan semata.

Mam…
Hanya doa yang mampu aku panjatkan. Semoga Allah mengganti bara api dalam hidupmu dengan sejuknya air syurga. Semoga Allah membuka hatimu untuk meraih cinta-Nya. Semoga Allah mengeluarkanmu dari lingkaran hitam yang bertahun-tahun menjeratmu.

Mam…
Tak banyak yang mampu kuucapkan. Kau tetap Mam-ku.. Bagaimanapun orang menilaimu. Kau tetap Mam-ku… Walau berjuta mata menatap sinis padamu… Kau tetap Mam-ku… Yang tak pernah lelah ku cintai…

“I Love You, Mam…”

#Lady Vhia, 22 Desember 2008 (Repost Tahun Lalu)

Mengenang kasih seorang Ibu yang saat ini tak bisa lagi aku bersamanya. Tapi biar bagaimanapun. Ibu akan terlalu tersimpan dalam hatiku. Dan kan ku bawa dalam setiap doaku. Selamat Hari Ibu… Special untuk Ibu-Ibu terbaik yang pernah hadir dalam hidupku (Ibu Wiwik Widowati (2nd Mom), Almh. Ibu Rohmani, Ibu Isly Zainuddin, Ibu Suryati (Ibu dari sahabatku, Astri), Ibunya Chalida (Mak lu sapa Nda namanya?), dan Ibu-Ibu lain yang pernah kukenal yang tak bisa kusebutkan satu per satu) Dan yang terspesial buat Momku… Yang jauh disana… Dan juga buat seorang Ibu yang telah melahirkanku, yang tak pernah kulihat wajahnya, yang tak pernah ku tahu dimana ia berada. I love U all, Moms…

Buat temans yang masih bisa bersama Mom-nya… Jangan sia-siakan kesempatan itu. Mumpung masih bisa memeluknya, mumpung masih bisa melihat senyumnya, manfaatkanlah waktu sebaik-baiknya. Karena seburuk apapun yang sudah dilakukannya, beliau tetaplah Ibu kita…

Juga buat temans yang baru atau sudah menjadi Mom… Jadilah Ibu yang terbaik buat anak-anakmu. Just love and caring them… Make them comfort with You… Be the best mother for them… Yang masih menanti jadi Ibu, sabar yaaa… Suatu hari nanti kelak akan kau rasakan nikmatnya menjadi Ibu…

Liputan September Reunion of Paskibra Community

Awalnya sempat deg-degan juga. Karena persiapan belum matang sampai hari H. Sempat lupa menghubungi Panti Asuhan, sehingga nggak bisa mengundang mereka untuk berbuka puasa bersama kita. Sempat kesal karena adik-adik panitia tidak maksimal menyediakan tikar/karpet (Untung Akang/Teteh dan undangan yang hadir nggak ada yang protes). Sempat kecewa karena acara harus mundur hampir 2 jam karena banyak yang telat hadir, sehingga banyak acara-acara yang terpaksa dicancel.

Tapi puji syukur Alhamdulillah, acara bisa berlangsung lancar dan baik walaupun tak sempurna dan mungkin tak sebaik yang diperkirakan. Senang juga ternyata respon dari akang/teteh alumni, adik-adik alumni, dan adik-adik paskibra SMUN 2 Bekasi, juga Bapak Ade dan Ibu Ely ckup baik terhadap acara ini. Walaupun beberapa yang sudah mengklik attending di invititation acara bukber di group alumni paskib tidak jadi hadir dan turut serta dalam acara, tetap kalian dinantikan untuk acara selanjutnya…

First of all, Terima kasih buat Pak Ade dan Ibu Ely yang bersedia menyempatkan waktunya untuk hadir. Pemilihan Pembina Terbaik pun harus di cancel karena keterbatasan waktu. Juga kami ucapkan terima kasih buat Kang Eko Susilo Bakri (1995/1996) yang turut menyumbangkan souvenir. Lumayan buat sms lebaranan. Hehehehe… Juga buat Teh Erlin (1996/1997), makasih kadonya. Kayaknya punya Fathan ketinggalan ya… Buat Seluruh panitia dan tim kreatif (Adik-adik Paskibra SMUN 2 Bekasi), terima kasih banget… Tanpa kalian acara nggak akan sukses… Dan the last but not least… Akang/Teteh Alumni, Adik-adik alumni dan seluruh undangan yang hadir dan berkenan menyumbangkan sedikit rezekinya untuk disalurkan ke anak-anak panti asuhan. Terima kasih banyak atas partisipasinya. Oooopsss… tak lupa terima kasih juga buat Teh Andria PK (1996/1997) yang udah mau ditodong untuk menyediakan kue tart untuk perayaan HUT Paskib dan Ultah Teteh… hehehehe… Happy belated birthday tetehku yang baik… Semoga apa yang dicita-citakan cepat diijabah oleh Allah SWT…

Sempat agak sedikit worry acara nggak berjalan sesuai rencana. Tadinya pas perayaan HUT Paskibra pengennya siy dibikin sesakral mungkin, tapi ternyata pemutaran slideshow foto-foto jadul Paskibra jadi bikin semua pada terhipnotis. Jadi, mungkin puisi yang dibacakan Dani (2008/2009), jadi kurang menggugah hati. Tapi nggak apa-apa… Tetap senang karena audience mampu terhipnotis pada kenangan. Dan memang itu tujuan utama panitia menghadirkan slide show. Ingin mengembalikan rasa memiliki dan rasa bahwa kita adalah satu… Kita pernah sama-sama dilatih ditengah terik mentari. Sampai pada gosong-gosong. Kita pernah merasakan kesal, marah, pada senior yang galak-galak. Dan disitu kami mengetuk Akang/Teteh dan adik-adik alumni. Kita adalah satu keluarga, keluarga besar Paskibra SMUN 2 Bekasi. Apapun namanya nanti, entah Dewan Alumni, Ikatan Alumni, atau apapun, tetap kita tidak boleh lupa, kita masih satu keluarga…

Sehingga diharapkan acara kemarin bukan hanya untuk hari itu saja. Tapi ada kesinambungan setelahnya. Yang bisa menghadirkan lebih banyak audience lagi. So, tetap keep n touch, dan semoga akan ada acara-acara seperti ini di kemudian hari.

Buat yang nggak hadir, kami masih menantikan partisipasi kalian di next event (Insya Allah)… Jangan kecil hati karena nggak datang. Tapi jadikan semangat bahwa next event mesti datang. Karena next event diusahakan lebih seru lagi. Yuuuk… buat yang kemarin hadir, bagi cerita tentang kesan-kesannya mengenai acara kemarin. Biar yang gak datang termotivasi untuk datang pada acara yang akan datang…

Akhir kata, kami dari panitia mengucapkan terima kasih yang tak terhingga buat semua pihak sampai acara terlaksana dengan baik. Kami mohon maaf atas segala kekurangan dan ketidaksempurnaan kami dalam pelaksanaan acara. Ini memang bukan yang terbaik dari kami. Tapi inilah usaha terbaik dari kami untuk membuat undangan yang hadir nyaman dan menjadikan acara ini kenangan yang tak terlupakan.

O iya, ada yang hampir ketinggalan. Kemarin kita mengumpulkan dana sntunan sebesr Rp. 800.000,- Laporannya belum sempat saya buat. Tapi pasti akan saya buat dan saya share kepada semua yang sudah menyumbangkan sebagian rezekinya. Penerima santunan yang kita kumpulkan kemarin adalah Yayasan “Al Ikhlas” yang beralamat di Jln. Telaga Bodas – Gn. Gede 9 No. 62 Kayuringin Jaya Bekasi. Semoga Allah membalas semua yang telah kalian sisihkan bagi mereka. Amiiiin…

So, always keep n touch… And See U on next event…(Adjeng,1997/1998)

* Buat Dani en Fakhry (2008/2009), Thanks ya udah mau nemenin tetehmu ini dari jam 8 pagi… Hehehehe… ketiduran en baru bangun jam 1… padahal janjian jam 1… hihihihi…

September 14, 2009 at 4:14pm

Review Koding’s Birthday…

Malam Minggu…

Aku pikir Sabtu kemarin lagi-lagi akan jadi hari yang menyebalkan buatku. Tapi Alhamdulillah Allah beri aku malam yang indah walau gak spesial. Paling nggak malam minggu gak cuma bengong sendirian di kamar kontrakkan.

Abis maghrib, temanku ngajak belanja ke “Raksasa”… Upf… Lagi-lagi aku benci keramaian. Apalagi kebetulan ada panggung hiburan yang diadakan oleh salah satu Vendor dari Hypermarket tersebut. Pas juga awal bulan. Jadi banyak orang belanja bulanan.

Tadinya sih cuma mau beli ayam. Tapi ya maklum lah Ibu-Ibu… Akhirnya beli ini, beli itu… Apalagi pas dengar diskon Daging Rendang cuma Rp. 44.000/kg langsung deh dibeli ma temanku itu. Dasar emak-emak… Aku akan seperti itu gak ya kalau dah jadi emak-emak??? Hihihihihi…

Abis belanja aku hunting baju deh buat kondangan besoknya. Tadinya mau pinjam baju kondangan temanku. Tapi selera dia selera Emak-emak. Terpaksa deh beli sendiri. Akhirnya aku dapat terusan lipit2 hijau kuning. Dipadu dengan bolero hitamku. Penampilanku pasti Okeh… Hehehehe… Narsis : Mode On

And then, tiba-tiba ponselku bunyi. Seorang teman yang baru saja berusia 27th awal Mei lalu. Weekkk??? 27th?? It means my age will be on a quarter of century this year… Masih muda… Masih banyak yang bisa aku kejar…

Trus langsung aja gitu gw tagih traktirannya. Apalagi suara backsoundnya dia ikut2an nagih… Hahahaha…akhirnya malam itu juga kita ke Burger & Grill, Kalimalang. Cm bertiga siy… Gw cewek sendiri. Tapi asyik-asyik aja tuh… Yang penting gw selamat aja sampai kembali ke rumah.

And then sampe sana, kami pesan Steak and Ayam Bakar… Dasar si Koding… Setahun sekali aja tetep makannya Ayam Bakar… Hehehehe… Jam 11an, dah mau tutup. Si waiternya kasih tahu outletnya mau tutup sembari kasih Bill-nya. Dengan Pede si Koding kasih CC-nya. “Maaf Mas, belum bisa pakai Kartu Kredit.” kata si Mas Waiternya.

Alhasil, aku yang merogoh kocekku. Secara 2 orang laki-laki ini tidak ada yang bawa uang cash. Hehehehe…niatnya mau ditraktir malah gue yang bayarin… hahahaha… Piiiissss Ding… Gw catet kok… Jangan lupa bayar yaa…!!! Hehehehe…

Sempat bete juga melihat 2 laki-laki ini cuci mata mandangin paha mulus seorang cewek yang bercelana pendek banget. Mending gak usah pake celana Mbak, pikirku dalam hati… Dasar lelaki… gak dimana-mana matanya… Gak bisa liat yang bening dikit… Jadinya, mereka ngeceng sendiri. Gak peduli di sebelah itu cewek ada monyetnya apa gak. Dan gue cuma bengong sendirian kayak sapi ompong. Lah gue mau ngecengin cowok ga ada temennya. Mereka gak mau nemenin ngecengin cowok… Ya iyalah… emang mereka gay…?? ;D

Finally, sampe rumah jam 1/2 1 diantar ma si Mas yang Sabar banget… Saking sabarnya mau aja nganter gue balik ke rumah. Secara si Koding kurang ajar gak mau ikut antar gue… Padahal si Koding searah ke rumah gue.

Tapi berhubung gue dah ditraktir (walau nraktirnya masih utang ma gue) ya udah lah… yang penting gue selamat sampe rumah. Thanks buat mas yang Sabar dah mau antar aq selamat sampe rumah. Koding… Happy Birthday… Sering-sering ya traktir gue… Secara sekarang dah jadi anak kontrakan, paling senang dapat makan gratisan.. Hahahaha…

Lady Vhia

May 4, 2009 at 4:13pm

Bapak Sahudi Nursidin In Memoriam

Inna ilaihi wa inna ilaihi raji’un…

Sore itu, baru saja kelar aku mengangkat brokusku yg baru matang, aku mendapat kabar bahwa Mamak (kakek-red) sudah berpulang ke rahmatullah.

Sebenarnx Mamak sakit sudah lama. Sesudah lebaran haji kondisinx memang sudah melemah. Namun ia masih tetap aktif. Masih bantu2 kerja bakti, masih sering adzan di musholla, masih aktif dalam kegiatan RT. Bahkan saat tetangga kami meninggal di awal tahun kemarin, beliau msh smpt hadir walau kondisinx sdh payah.

Sampai akhirnx beliau gak kuat lg. Mamak minta diantar ke RS. Ditemani Uwa Ani, beliau naik becak menerobos banjir ke RS Sentosa. Didiagnosa dokter, mamak terkena penyakit vertigo dan jg liver. Sebelum dirawat memang Mamak sdh sering berpesan2 kpd anak2nx. Bahkan ia sempat membuat nisan 5 buah, dicat sendiri, cm blm diberi nama. “Nanti kalau ada yg meninggal gak usah repot2 lagi,” ujarnx. Mungkin itulah pesan2 yg ingin disampaikan Mamak.Hari ke-3 dirawat di RS, Mamak minta pulang kerumah. Setelah anak dan cucunx kumpul semua akhirnya malaikat maut menjemputnx.

Bagi saya, beliau bkn hanya sekedar tetangga dan mertua dari om saya. Masih teringat saat saya kecil dulu. Pasti akan datang kerumah beliau kalo ada PR Bhs Sunda. Bahkan saat ada pertemuan dalam keluarga saya, pasti beliau diminta untuk menjadi juru bicara keluarga. Masih kebayang kalau saya kerumahnx, saya pasti menggoda nenek, beliau slalu tersenyum. Gak pernah marah..

Ada beberapa hal yg wajib kita teladani dr seorang hamba Allah yg meninggalkan kita di usia 66tahun ini. Sedikit akan saya bagi bkn utk membicarakan beliau tp agar smua yg baca bsa mengambil keteladanan dr beliau.

Yang saya kagumi dari beliau:
1. Sebagai seorang Suami, beliau suami yang pasti akan menjadi idaman smua wanita. Alm dan istri beda usia belasan tahun. Alm lebih muda dari istrinx. Dan saat menikah Alm yg masih perjaka memilih seorg istri yg adalah janda beranak satu. Dr pernikahannx dgn Nenek, Alm memiliki 3 anak perempuan, 1 anak laki2, dan 9 cucu. Mungkin yg pernah mendapat email ttg cinta sejati dr negeri Cina, Mamak dan Nenek slh satu cinta sejati dr Perumnas 3, khususnx di P. Bali. Bahkan bnyk org yg terkejut. Dikira yg meninggal adalah istrinx karena Nenek memang sakit udah lama. Namun ternyata beliau lbh dlu dipanggil oleh Allah SWT.

Sebagai laki2, beliau tdk segan utk merawat istrinx yg sdh bertahun2 sakit. Bahkan beliau tidak pernah jijik membersihkan bekas ompol dan kotoran yg dikeluarkan oleh istrinx.

Kalau beliau dirumah, walau ada anak dan cucunx, dia tetap merawat istrinx dgn penuh sabar dan ikhlas. Tak pernah sedikitpun ia membagi cintanx pada perempuan yg lbh muda atau plg tdk seusianx pdhl kerut2 di wajah istrinx makin menjadi.

Di tengah2 lelaki berego yg menempatkan diri di atas wanita. Beliau ttp tawadhu mengurus sgl mcm keperluan istrinx. Semua itu dilakukannx dgn ikhlas, senyum dan penuh cinta. Kalau aku sakit, org yg aku sayang mau ga ya merawatku dgn ikhlas dan penuh cinta?

2. Sebagai seorg ayah, beliau ayah yang bijaksana. Tidak pernah memandang kesalahan dari satu sisi. Menganggap anak yg dibawa oleh istrinx dan anak2 kandungnx sama. Tanpa dibeda2kan sedikitpun. Baginx semua adalah anak2nx. Dan beliau sedikit pun tidak mau merepotkan anak2nx. Bhkn saat sebelum ajal menjemputnx. Beliau masih menanyakan biaya RS. Sakitnx pun disimpan agar tdk membebani anak2nx. Subhanallah.. Beliau tidak pernah sedikitpun meminta balas atas biaya2 yg dia keluarkan untuk membiayai dan membesarkan anak2nx.

3. Sebagai seorang kakek, beliau sangat menyayangi cucu2nx melebihi cintanx pada anak2nx. Dia masih sering menunggui Iyan di sekolahan, takut cucunx itu pulang sendirian. Bahkan beliau merawat cucu2nx sama seperti beliau merawat anak2nx. Dan yg ckp sya amazing, anak sekecil Iyan bisa menangis dan bsa mengartikan bhw kakeknx sudah meninggal. Diantara saudara2 yg masih anak2 hanya Iyan yang menangis sesenggukan kehilangan Mamak-nya tercinta. Memang kharisma beliau begitu besar. Dari yg tua sampai yg muda tidak ada yg tidak bersedih. Terutama dari keluarga besar beliau. Subhanallah, tipe keluarga yg sgt aku impikan..

4. Sebagai tetangga/dlm masyarakat, beliau dikenal dgn org yg murah senyum, tidak pernah menjelekkan org lain, tidak pernah marah, giat, rajin, aktif di musholla, aktif di lingkungan, bisa memegang amanah, tidak pernah berbuat curang. Tanpa diminta, kalo ada yg bth pertolongan, pasti dia bantu. Kalau nyokap ada pengajian/acara dirmh pasti beliau kirim makanan/minuman. Tapi saat ada acara dirmh beliau gak pernah dikabarin. Jadi, nyokap jarang kasih karena biasanx taunx telat. Saat besekan dah smp rmh.

Duuh.. Andai ada laki2 yg bisa seperti beliau. Subhanallah rumah tangga pasti benar2 sakinah, mawaddah dan warahmah. Walau hidup sederhana tp pasti akan bahagia memiliki suami yg bisa mencintai kita dgn ikhlas dan tanpa mengharap balas sedikitpun.

Selamat jalan, Mamak…!! Doaku selalu menyertaimu. Maafkan kesalahan yang pernah Aku perbuat. Terima kasih atas nasehat2 Mamak dan doa2 Mamak slama ini. Sayang, saat Aku menikah nanti Mamak gak bisa ikut menyaksikan. Padahal Mamak senantiasa berdoa agar Aku bahagia dengan laki2 pilihan aku. Itu selalu diucapnya kalau aku bertemu beliau.. Semoga Allah menempatkan Mamak di tempat yang layak di sisi-Nya.. Amiiin… (adjeng)

 

January 18, 2009 at 11:53pm

New Year’s Eve Report

Pretar…cerecetcetcetcetcet…Duuaaaar…crakcrokcrakcrok… (ceritanya suara petasan ma kembang api)

Daar…(Yono)… Daar…(Yono)… Daar…(Yono)… (kalo nyang eni suare petasan persinye ‘temen kecil’ abang gue buat ngeledek die nyang punye name Adi Daryono…)

Perasaan gw sih jam di dinding kamar gue belum menunjukkan jam 12, tapi kok petasan, kembang api dah mulai bersahutan di penjuru Perumnas 3. Huuuaaaah… Akhirnya tahun baru datang lagi. Cepat banget terasanya tahun demi tahun berganti. Menandakan siklus kehidupan nggak pernah berhenti. Dan tahun ini gue rayakan di rumah saja.

Abis kelar packaging seserahan buat kawinan si Kucluk. Tadinx gue mau menghabiskan malam pergantian tahun dengan baca novel yang gue beli kemaren sore di Gramedia. Eh, si Mega, sepupu gue minta dibacain kartu tarotnya. hehehe… Yang ini kebiasaan iseng gue ngadalin sodara dan temen2 gue yang percaya ramalan. Kalau bagus dipercaya kalau gak bagus gak mau dipercaya. Lagi asyik bacain kartu tarot Mega, telpon flexy gue bunyi… Tertera 2611xxxx di layar cdma gue. Undangan ngerayain tahun baru. Tumben niy dapat undangan. Sepertinya sudah mulai terbiasa dengan keberadaan gue ya? Atau kayaknya ga seru gitu ya kalau gak ada gue? Atau berdasarkan request spesial dari seseorang?? Hehehe.. Tau mau ngumpul2 gitu gue buatin brownies.. Gue baru nemu resep baru. Belum diuji di Dapur Vhia soalnya. Jangan pada bosen ma brownies gue ya.. Dan jangan pada bosen jadi tim icip2 gue.. Makanya sering2 maen ke toko gue. Kali aja ada kue ‘gagal’..

Ya berhubung masih ada sisa sate kambing di kulkas belakang, bekas lebaran haji kemarin, hehehe…gak deng… Fresh meat kok… Ya dah gw bawa aja buat tenteng2. Mumpung nyokap gak ada.

Sampai disana udah ada abang gue, Aa, Johan Gede, Johan Kecil, Nunu, Tara, Anis, Sigit, Acep, Beguy, Ipank, ma yang punya rumah, Wiwi dan Bundanya.. (ada yang kelewat ga ya?) oya, Kiky belum disebut.. Sorry Bro, ngetiknya masih setengah nyawa niy. Oya, ma kloter terakhir yang datang belakangan Mba Yanti dan Si King Kong eh King Kolera ups salah lagi… King Cavalera.

Gue disana seperti nonton dagelan. Tokohnya 4serangkai ‘Teman Kecil’. Lumayan buat ngilangin stres. Tapi kok rasanya gue yang tambah stres ya.. Kasian Abang gue jadi bulan2an teman2 kecilnya.. Didepan gue lagi adeknya yang lucu dan imut. ‘Jangan pernah ngeledek Abang gue lagi ya!!! Kasihan dia… Yang sudah terhina gak perlu lagi lah dihina. Yang sudah susah gak perlu lagi lah dibikin susah. Sory Adide.. Gue gak bermaksud merendahkan lo yang udah rendah.. Hehehe..

Hari pun bergulir menuju jam 1 dini hari. Tawa, canda, kelakar, yang gak berhenti2 berubah setelah datang berita mengejutkan (walau cuma bentaran). Salah seorang tetangga kita menghembuskan nafas terakhir. Bapak Misno bin Suradi, ayah dari Rosdiana, Ferdi dan Ridho juga suami dari Ibu Ida berpulang ke Rahmatullah karena penyakit yang belum jelas diketahui.

Tapi ya dasar namanya makhluk-makhluk dodol gak bakal berhenti bercanda walau ada kabar duka. Teteup aja dodol… Kemaren Fajar sukses membuat ending yg perfecto dengan kehilangan HP. Awal tahun baru dibuka dengan perfect sadness oleh Rosdiana dan keluarga. Ucapan lu dan Icha cocok niy Jar dikasi ke Dian. Pas banget lagi kemarin siang lu ucap..

Sekelumit pesan buat Dian :
“Turut berduka cita ya.. Semoga amal ibadah Alm bapak lo diterima di sisi Allah SWT. Bagaimanapun bapak lo, dia tetap bapak lo.. Orang yang harus dihormati walau dia sudah gak ada. Urus dan antar dia ke pemakaman dengan baik. Lo anak paling tua, perempuan satu2nya. Adek lo belum mampu dan mengerti bagaimana bersikap terhadap ortu yang meninggal. Ajarkan pelan2, sekarang tugas lu ke Alm cuma mengantarkan doa buat Alm. Ingat! Doa anak yang shalih dan shalihah mampu meringankan perjalanan pulang Alm. Bantu mak lu buat ngurus adik2 lo yang bandel2 itu. Makanya nurut ma yang gue bilang dari kemaren. Kalau gue bilangin tu jangan ngeyel. Apa yang gue omongin ke lo itu karena gue sudah pernah merasakan apa yang lo rasakan. Dah.. Yang ikhlas.. Segala sesuatu yang datang dari Allah harus berpulang kembali kepada Allah..”

Gak kerasa udah jam 1/2 3, terdengar suara sirine ambulans. Ya sudah, tanggung bentar lagi subuh akhirnya gue lanjut ja ke rumah Dian sekalian takziah. Hhh.. Sedih banget ya kalau kehilangan orang yang kita sayang. Apalagi itu untuk selamanya. Tapi gue ga boleh nangis. Dan berusaha untuk menegarkan mereka. Membantu sebisa yang gue mampu bantu saat itu. Berdua Tara mondar-mandir gak jelas kayak gasing. Sempet pengen ngerampok rak buku doi, tapi gak jadi gara2 ada yang tidur dikamar Tara. Tapi suatu hari nanti pasti gw rampok novel2 lo. Tunggu ‘Hati Jasmine’ dan ‘Di Balik Dinding (bernama) Luka’ gue kelar.. Duuh… Belum 1set Laskar Pelanginya Nunu jadi waiting list buat bacaan gue. Waah.. Tapi sebenarnya masih banyak novel gue yang kentang, belum kelar gue baca. Binguuung.. Baca yang mana dulu..

Mendekati akhir gue baca Yaa Siin, Beguy, Mas Johan, Sigit, Kiky, dan Bang Andy ikut takziah juga. Finally gue pulang jam 1/2 4an, mandi, geletakan bentar sambil tunggu Adzan, trs solat subuh (without zikir) karena mata dah 5watt.. Trus langsung molor deh.. Huh..tapi tetap aja bangun jam 8. Karena tidak mau melanjutkan mimpi yang gak enak. Mudah-mudahan gak jadi nyata. Still sleepy.. Wanna sleep all day.. Can I? I wish I could…

Happy New Year 2009
-Lady Vhia-

January 1, 2009 at 8:37am

Review in 2008

My Achievement and happiness in 2008 :

1. Berhasil menyandang gelar Master of Management from Post-Graduate Program Trisakti University on August 2008 dan diwisuda 1 November lalu… Walaupun masih kurang memuaskan karena thesis gue cuma dapet B+ apa B- yaa…lupa euy… tapi yaa… patut disyukuri karena perjuangannya cukup berat dan melelahkan… Halaaah…

2. Di penghujung tahun 2008, Alhamdulillah akhirnya gue bisa merealisasikan mimpi yang sempat 1 tahun tertunda. Gue bisa punya toko coklat berlabel V’S Choco… Walaupun masih meraba-raba… Tapi Alhamdulillah sampai saat ini belum ada yang komplain dengan produk gue.

3. Di tahun ini, gue senang banyak teman2 lama gue yang dah lama menghilang akhirnya bisa jalin silaturahim lagi. Deca and the gang (Alumni Paskib angkatan 2000), temen2 FH-UJ (angkatan 2000), temen2 SMP, SMA, temen2 RT gue (biar se-RT tapi gue jarang nongol), yang bisa komunikasi lagi walau hanya lewat Friendster dan Facebook… Apalagi acara buka puasa bareng kemaren, cuma melalui YMan dan FS bisa juga terealisasi dengan cukup mengesankan. Wish there will be next event untuk lebih mempererat silaturahim.

4. Di pertengahan tahun ini, sempat juga sukses membuat bokap-nyokap gue termehek-mehek di hari Ultahnya… Membuat pesta ultah nyokap gue hancur berantakan ulah anak & keponakan2nya. Membuat khadimat-khadimatku kelimpungan beres2… But Mom… It’s really amazing memories…

My Sadness in 2008 :

1. Akhir bulan ketiga… tepat saat aku dan dia merayakan 1′st Anniversary… saat itu pula We broke up… Padahal saat itu gue dah buat kado Anniversary buat dia… Pagi masih biasa aja… gak ada apa2… everything was fine… Tapi sorenya it was over… Nothing can be changed… Ya sudahlah… Semoga dia dapat pengganti yang jauh lebih baik dari gue…

2. Berbarengan dengan peristiwa nomer 1… Hari itu pula gue double shocked… Bude gue meninggal dunia pukul 4 sore di RS Islam Cempaka Putih saat gue menuju perjalanan mau jenguk beliau… Walau dia cuma teman dari nyokap gue, tapi beliau udah gue anggap seperti keluarga bahkan seperti orang tua gue. Dan Alhamdulillah di masa-masa akhir hidupnya gue sempat membantu mengurus dia walau gak sebanding dengan seberapa banyak waktu dan tenaga yang beliau sisihkan untuk membantu nyokap gue mengurus gue… Bude… semoga Bude diberi tempat yang layak disisi Allah SWt…

3. Menuju pertengahan tahun… Saat gue ngerjain tesis gue, datang lagi musibah yang karena hal sepele dan seharusnya gak dibikin ribet… Akhirnya membuat gue terpaksa meninggalkan rumah. Selama 3 minggu tinggal sendirian di tempat kos, kadang nginep di rumah temen gue, karena bosan di kosan sendirian.Tapi Alhamdulillah, situasi ini gak menghentikan semangat gue buat menyelesaikan thesis gue… Thanks banget buat orang-orang yang udah membantu gue di masa-masa pelarian gue… I’m proud to have U all… Saat itulah gue baru bisa mengenal, mana teman yang benar2 teman, mana teman yang cuma sekedar untuk have fun…

4. Di penghujung tahun, gue harus menghadapi dilema yang sangat dan cukup membingungkan. Berada di persimpangan, ditempatkan pada pilihan yang sulit dan sama-sama menyakitkan. Dimana dibutuhkan kedewasaan pemikiran, kontrol diri dan emosi, ketegasan dalam bertindak, dan semua itu belum selesai sampai tahun 2008 ini berakhir… Semoga Allah memberi jalan keluar dari dilema ini di tahun yang akan datang. Sehingga mampu membuat aku yakin dalam melangkah dan semua itu bukan jalan yang tidak diridhoi Allah.

My Wish in 2009 :

1. Toko coklat gue berjalan lancar dan bisa berkembang dengan baik. Paling tidak bisa mencapai BEP aja udah Alhamdulillah…

2. Datang seseorang yang akan memberikan kepastian untuk melangkah lebih pasti lagi menjalani hari-hari sulit dalam hidup gue nanti. Yang tidak hanya berbagi senang, namun juga mampu berbagi beban dan duka…

3. The last but not least, Ada jawaban dari doa-doa gue. Sehingga gue mampu menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang datang kelak dengan lebih dewasa, bijak, dan tepat.

Wishing u SUNLIGHT in u’r heart… SUCCESS in u’r path… ANSWERS to u’r prayers… HAPPINESS in u’r life… SMILE in u’r face.. Happy New Year 2009… (Lady)

 

December 31, 2008 at 10:41am

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.