Menjadi Jauh

Dulu awalnya terlihat begitu mudah
Semakin dekat… dekat… dan dekat…
Berjalan sesuai dengan yang diinginkan
membuat harap terbang tinggi melayang

Dan sekejap semuanya berbalik
Tak akan ada lagi kata kembali
Walau hati penuh dengan tangis
Luapan emosi yang teramat perih

Kini semuanya menjadi tak mudah
Semakin jauh… jauh… dan jauh…
Membawamu pergi tak peduli harap
Tinggalkan aku dalam gelap malam

Lady Vhia
19 Maret 2010 – 03 : 50 pm Waktu Komputer Kantor

Ucapan Doa

Kau pernah terjerat dalam nafsu duniawi
Membawamu ke dalam hedonisme tak berbatas
Melalaikan hukum Allah tanpa jera
Yang membuatmu jatuh terjerembab

Menghancurkan tembok-tembok kejayaanmu
Memutar kehidupan ke paling bawah
Merangkak lagi dengan sesal mengikatmu
Membelenggumu dalam sepi yang menyiksa

Kini Kau bangkit lagi, Sahabat!
Kembali menegakkan badan dan kepala
Menyambut sinar surya yang memerah
Dengan segenap semangat dalam jiwa

Sambutlah mimpimu, Sahabat!
Yang telah lama kau ucap dalam doa
Buang semua keburukan di masa lampau
Mulai hari baru yang penuh makna

Doaku selalu untukmu, Sahabat!
Jangan lagi pernah menyerah!
Jangan lagi menjauh dari-Nya!
Raih masa depan dengan istiqomah

Lady Vhia – March 12, 2010 at 10:25am waktu kompi kantor
Selarik madahan yang kubuat spesial untuk seorang sahabat, teman, lawan, kakak, eks-bos, cinta. Special for Him… Congratz ya… Remunerasi semakin besar, tanggung jawab pun semakin besar… Jangan sia-sia kesempatan kedua yang Allah kasih untukmu! Doaku selalu untukmu… Love You…!!!

Aku Cemburu…

Aku cemburu bukan karena ingin membuat luka di hatimu.
Aku cemburu bukan karena ingin menyakitimu.
Aku cemburu bukan karena tak ingin mengertimu.
Aku cemburu bukan karena aku ingin memilikimu seutuhnya.

Aku cemburu lantaran hatiku teramat sering tersakiti.
Aku cemburu lantaran terlampau sering cintaku dibagi.
Aku cemburu lantaran asa itu pernah kau selipkan di hatiku.
Aku cemburu lantaran mimpiku kau jatuhkan kembali.

Karena aku bukanlah perempuan-perempuan mulia Rasulullah.
Karena aku bukanlah perempuan yang tak butuh laki-laki.
Karena aku bukanlah perempuan yang berhati baja.
Karena aku hanyalah perempuan biasa yang mencintaimu…

* Lady Vhia, March 1, 2010 at 4:12pm
Terinspirasi oleh status di Fesbuk orang yang aku sayang… Semoga kau mengerti…

Mimpi Tadi Malam

Malam itu mereka datang.
Mengejarku demi satu asa.
Yang enggan tuk ku penuhi.
Karena asa tak sesuai hati.

Mereka berteriak memanggilku.
Mencoba selalu mengejarku.
Berlari dan terus ku berlari tak henti.
Walau lelah mulai menghampiri.

Dan tangan itu meraih lelahku.
Mengusap keringat yang membanjiri tubuh.
Memberiku semangat baru.
Melepas diri dari semua belenggu.

Dengan nafas tersengal aku terjaga.
Satu jam telah lewat di dini hari.
Menggores luka di serpihan malam.
Oleh satu mimpi yang terperi.

Dalam benakku masih tertinggal satu tanya.
“Akankah dia kan tetap bersamaku?”
Membantuku melepas diri dari belenggu.
Seperti di dalam mimpiku…

*Lady Vhia* – 24/02/2010, 09:35am
Mencoba menarasikan mimpiku tadi malam dalam bait-bait puisi picisan. Hope U guys like it…

Berbisik Pada Hujan

Cinta… Sampaikan pada malam.
Aku masih tetap disini menantinya.
Cinta… Bisikkan pada hujan.
Hanya dia yang bisa membuatku mencinta.

Walau tanpa kata…
Walau tanpa asa…

Kasih… Katakan pada bintang.
Tangisku takkan cukup tuk ungkapkan asa.
Kasih… Untaikan pada gelap.
Ragaku takkan lelah tuk menunggu asa.

Walau terasa perih.
Walau terasa sakit.

Aku berbisik pada hujan.
Tenggelam dalam simfoni indah.
Memeluk asa yang terkadang melemah.
Namun aku kan tetap menunggunya…

*Lady Vhia*

February 24, 2010 at 12:46am
Sebelum beranjak tidur, dininabobokan oleh nyanyian rinai hujan. Setelah mendengar satu kabar yang membuatku meresah. Hanya mampu menyimpan harap…

Selasa Yang Aneh

It’s so suck tuesday…!!! 

Dari pagi hawanya berasa gerah banget. Padahal tadi pagi mandinya udah pake keramas. (Keramas dan gerah… Ada hubungannya gak ya??? ;p). Sempat si mendung nongol untuk sekian menit. Tapi rupanya matahari tak mau kalah pamer sengatan.

Sempat juga terserang Dye Style Syndrome alias Sindrom Mati Gaya. Secara bingung mau lakuin apalagi. Fesbukan, sampe eneg; Cek email, hanya butuh waktu sekian menit untuk mendelete spam2 tak bermakna; Sarapan, udah dari sampe kantor. Tapi memang menulis satu-satunya obat ANTI MATI GAYA. Itupun kalau otakku tak terkena Lazy Virus. Yang biasanya mengakibatkan otakku enggan berkelana mencari setitik inspirasi.

Eh, tiba-tiba nongol Bapak-Bapak aneh yang mengetuk pintu kantorku. Tampilannya sih kayak orang bener. Pake Jeans sama kemeja biru dengan rokok diselipkn ke telinga. Aku pikir calon nasabah yang ingin menanyakan pinjaman atau paling tidak ingin menanyakan salah satu fasilitas yang disediakan oleh salah satu instansi perbankan tempatku bekerja.

“De, saya mau minta uang buat pulang ke *** (Apalah tadi nama kampungnya disebutnya).”

Tampangnya preman abis. Langsung terlintas di benakku bahwa orang ini tidak baik. Dengan waspada tingkat tinggi aku bilang, “Maaf Pak… Nggak ada…”

“Sedikit aja… Lima ribu saja…” katanya lagi mulai agak memaksa. Wek… pulang ke kampungnya cuma modal 5.000? Bilang aja Pak mau minta-minta alias malak atau apapun namanya. Pake alasan pulang kampung segala.

Akhirnya ku ambil seribuan. Secara sudah tanggung bulan dan keuanganku juga sudah menipis. Dan duit lima ribu bisa buat ongkosku sekali jalan ke kantor. Atau nggak bisa buat beli ketoprak atau Siomay langgananku.

Kuberikan pada Bapak itu dengan ikhlas tanpa terpaksa. Tapi yang terjadi sebaliknya…

“Buat apa duit seribu??? Saya nggak butuh duit seribu???” ujarnya marah. Weleh… uang seribu itu bisa buat beli Pop Ice Pak panas2 gini, ujarku dalam hati.

“Ya maf Pak… saya adanya segitu. Kalau Bapak harapkan lebih ya maaf saya nggak ada,” kataku masih sopan.

“Kamu tuh ya pakai jilbab tapi nggak mau beramal!!!” kata Bapak itu dengan mata membelalak. Loh, kok jadi marah dan bawa2 jilbab segala… Ck… Ck… Ck…

“Apa hubungannya jilbab sama amal??” kataku mulai emosi.

Eh tiba-tiba Bapak itu marah-marah sambil membanting pintu dan entah apa yang gumamkannya kemudian dia pergi. Hufh…. langsung saja ku kunci pintu kantorku dengan hati masih deg2an.

Waaaakkkkkkkkk… Kok ada ya orang kayak gitu??? Pake nyangkut2in jilbab sama amal pula… Lagipula masak beramal sama yang seperti itu. Mending juga beramal sama yang lebih membutuhkan. Kalau memang mau pulang emang nggak punya saudara yang bisa ditelpon. Modus operandinya kurang canggih. Untung nggak aku suruh masuk. Entah apa jadinya kalau dia masuk ke dalam kantor… Beginilah nasib kalau dioffice sendirian… Hiks… Hiks…(LADY)

February 23, 2010 at 12:06pm

Kawin VS Nikah???

Siang ini seorang teman mengatakan, “Udah kawin kali lu… Nikahnya aja yang belum.” Kawin selalu diidentikkan dengan konotasi yang negatif sementara nikah selalu berkonotasi positif. Simak komentar-komentar yang saya dapat dari salah satu thread di bawah ini:

kawin tu pakek urat, nikah tu pakek surat. dari pengejaan aja beda. nikah tuh mahal, kawin tuh murah. banyak lagi deh!! (Hikie, Posted: 25-May-07 pada 16:29)

nikah panjang lebar. bisa seharian lengkap ma resepsi, klo kawin mah cukup 30 sampe 2 jam, bduaan aja di kamar… (SangBebek, Posted: 26-May-07 pada 03:26)

nikah ama mas kawin. kawin ga sama mas nikah (jojo_aja, Posted: 15-August-07 pada 23:45)

dari thread yang berbeda:

Nikah itu Teken (TTD), Kawin itu Teken (Push) – (Maradona, 13-09-2000, 08:21 AM)

Nikah VS Kawin???? Gampang… itu sebenarnya sama koq artinya… Nikah untuk manusia… kalo Kawin n’tuk Animal…’tul ngga ? :D (Riri3n, 13-09-2000, 10:35 AM)

kalo kawin, itu asoy.. kalo nikah itu desperado (Kev, 13-09-2000, 03:49 PM)

kalo nikah, didepan penghulu.. kalo kawin, hanya kita berdua say.. (Arabesque, 13-09-2000, 04:44 PM)

nikah itu kawin yang terang2an, kawin itu nikah di kegelapan…:D (aiskrimuenak, 13-09-2000, 11:16 PM)

kalo menurut gue nikah itu merupakan proses untuk menuju jenjang perkawinan, jadi gak ada beda antara nikah dan kawin…. tapi… kalo mo dibedain ada nih… nikah menurut gue gak enak tapi… kawin pasti wuenak tenan… (manis…, 14-09-2000, 03:00 PM)

Menurut KBBI, pada dasarnya kawin dan nikah itu sama. Cuma nikah lebih cenderung untuk perkawinan sesuai hukum dan/atau agama. Dan kawin sendiri mempunyai arti yg lebih luas, tidak cuma utk manusia, tapi juga utk semua mahkluk hidup. (http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php).

Sementara dalam Undang-Undang Perkawinan No. 1 Tahun 1974 disebutkan bahwa Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Dan tidak ada yang menyebutkan istilah nikah di dalamnya kecuali untuk menyebut Wali Nikah yang merupakan salah satu rukun nikah dalam Tata Cara Islami.

Kenapa Kawin menjadi beda dengan Nikah? Kalau dibedakan subjeknya bahwa Nikah untuk manusia dan Kawin untuk Binatang/Hewan. Maka Undang-Undang Perkawinan ditujukan untuk mengatur para binatang dong, bukan untuk Masyarakat Indonesia yang notabene adalah manusia. Hehehehe…

Kalau menurut saya sendiri, nikah dan kawin memiliki arti yang sama baik dilihat dari subjek maupun esensi dari artinya. Yang membedakan hanyalah asal bahasanya saja. Kalau Kawin merupakan bahasa asli dari Negara kita tercinta, Indonesia. Sedangkan nikah disadur dari bahasa Arab yaitu Nikaah.

Pernikahan dan perkawinan bukanlah pembeda dalam mengkategorikan seks. Saya lebih suka mengartikan Seks sebelum menikah dengan Free Sex atau dalam bahasa Indonesia disebut Seks Bebas. Karena dua pihak yang melakukan seks tidak terikat dalam suatu perkawinan/pernikahan.

So, masih mendiskriminasikan kawin sebagai hal yang berkonotasi negatif??? Bagaimana dengan Anda?

Lady Vhia

February 1, 2010 at 2:53pm

Sex Undercover

Kita lewati satu masa dalam diam.
Mencari satu asa dalam angan.
Hasrat… Emosi… Terpendam dalam kelam.
Cinta… Sayang… Tersembunyi dalam kata.

Dan kini kita berada dalam satu ruang rindu.
Tanpa ada kata… Pun tanpa suara…
Hanya lidah kita bersatu dalam irama.
Dan matamu menelanjangi angkuhnya jiwa.

Jiwa liarmu kemudian melecutiku.
Menjelajahi setiap lekuk tubuhku.
Mematahkan tembok pertahananku.
Membuatku diam menikmati sentuhanmu.

Kamu memang lelakiku…
Lelaki yang seharusnya terlarang untukku.
Namun aku tak bisa menghapus rasaku.
Setiap kau bilang padaku,
“Aku sayang kamu, Andre”

(Mohon Maaf bila ada kesamaan nama tokoh dan cerita dalam karya ini)

Lady Vhia

January 25, 2010 at 9:12am
Inspirasi Gokil di kamar mandi pagi ini. Dedicated untuk semua lelaki yang pernah menikmatinya Wekekekekeke… Semoga makin tambah mesra… hahahahahha… (Juz Kidding, Guys…)

Suasana Pagi Ini

Pagi ini…
Tiba2 udara menggigit tubuhku.
Merasuk hingga ke sela2 sel darahku.
Membuat tubuh menggigil beku.

Pagi ini…
Mataku terasa tak bersahabat.
Tak mau terbuka dan melihat dunia.
Padahal jiwaku telah lebih dulu terjaga.

Pagi ini…
Rasa itu kembali datang mengusik pagiku.
Membuatku malas beranjak dari tempat tidurku.
Dan kembali melelapkanku pada satu mimpiku.

Lady Vhia 

January 15, 2010 – 06:37am
ayooo… Banguuun… Jangan tidur mulu!!! Waktunya siap2 ke kantor. Pergilah kau malas…

Masih Bolehkah Aku Cemburu???

Masih bolehkah aku cemburu padanya?
Kala ku lihat kau tertawa bersamanya.
Masih bolehkah aku cemburu padanya?
Kala kau masih dekat dengan dia.

Kenapa aku cemburu padamu?
Padahal aku bukanlah siapa-siapa bagimu.
Kenapa aku cemburu padamu?
Padahal aku sudah berjanji tak lagi seperti itu.

Tuhan…
Kenapa aku tak pernah cemburu?
Saat dia memeluk-Mu dengan curahan hatinya.
Kenapa aku tak pernah cemburu?
Kala dia bermesraan dengan-Mu dalam sujudnya.

Tuhan…
Kenapa aku cemburu karenanya?
Kenapa aku tak pernah cemburu karena-Mu?

Lady Vhia – 13/01/2010
Diketik dengan PC yang monitornya baru saja kuhias dengan Origami Kupu-Kupu… Ini kantor apa Taman Kanak-Kanak yaaa??? (^_^)’

Previous Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.