Pelajaran Kehidupan Bab Memancing Ikan Sapu-Sapu

Ikan Sapu-Sapu

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Belakangan ini aku dan dia, sebut saja Mr. Brooms, sedang giat-giatnya memancing di akhir minggu. Kita memilih suatu Kali di salah satu perumahan di barat kota Bekasi. Dan total ikan yang kami pancing seharusnya sudah ada 13 ekor dalam dua hari di minggu terakhir. Namun pada saat kita sibuk memancing, ternyata ikannya melepaskan diri dari jaring yang ditenggelamkan ke air. Alhasil 4 ekor berhasil meloloskan diri.

Saat sedang melepaskan ikan yang terpancing dari kail, datang seorang bapak-bapak. Berikut percakapan kami :

Bapak 1 : “Dapat lagi ikannya, Dik. Ikan apa?”

Mr. Brooms : “Ikan Sapu-Sapu, Pak.” (sambil tertawa)

Bapak 1 : “Buat apa Dik ikan sapu-sapu?” (Setengah meledek ia pun pergi)

Setelah Bapak itu pergi kita berdua ngakak habis-habisan. Iya ya… Buat apa ikan sapu-sapu? Ya buat nyeneng-nyenengin hati. Kalau mancing kan hasilnya harus ikan. Apapun jenisnya yang penting judulnya ikan.

Alhasil Bapak itu sampai sore setelah berpindah-pindah tempat tidak juga mendapatkan satupun ikan yang terpancing. Kita berdua dengan bangganya memamerkan hasil pancingan kita. Nggak apalah walau cuma sapu-sapu yang penting nggak sia-sia nongkrong segitu lamanya.

Menjelang siang datang lagi Bapak-bapak yang lain lagi, sebut saja beliau Bapak 2.

Bapak 2 : “Dapat banyak Neng?”

Aku : “Iya, Pak. Ikan Sapu-sapu. Bapak udah dapat?”

Bapak 2 : “Tuh… cuma satu doang. Sapu-sapu lagi.” (ujarnya dengan nada kecewa sambil menunjuk ke hasil tangkapannya)

Aku : “Mudah-mudahan dapat Jambal, Pak. Katanya ada Jambal juga di sini.”

Kita berdua masih tetap senang dengan hasil pancingan kita. Bayangkan aja, kita dapat 2 ekor sekaligus dalam sekali pancingan. Yang terakhir malah 3 ekor sekali pancing.

Menjelang sore, datang lagi Bapak-Bapak. Kali ini 2 orang.

Bapak 3 : “Dapat ikan apa, Dik?”

Mr. Brooms : “Ikan Sapu-sapu, Pak.” (Sambil nyengir)

Bapak 4 : “Emang Sapu-sapu bisa dipancing? Kan mulutnya di bawah?”

Mr. Brooms : “Bisa, Pak. Tadi malah dapat 3 sekali pancing. Tapi tadi ada yang lolos 4 ekor” (sambil membanggakan diri).

Bapak 3 : “Umpannya apa?”

Mr. Brooms : “Pelet Pak campur kuning telor bebek”

Bapak 4 : “Oooo.. Ikan sapu-sapu bisa juga toh dipancing,”

Mereka pun kembali ke tempatnya memancing. Mungkin mereka mulai tertarik untuk memancing sapu-sapu. Hehehehehe…

Ikan Sapu-Sapu atau dalam bahasa latin disebut Hypostomus Plecostomus. Ikan yang dikenal dengan Cleaningser-Fish ini memang dikenal untuk membersihkan akuarium dari lumut sehingga akuarium akan selalu terlihat bersih.

Namun apabila dalam akuarium tidak ada lumut, ia juga bisa menempel pada ikan hias untuk menghisap lendirnya sehingga daya tahan tubuh ikan yang dihisap akan menjadi lemah.

Ikan ini bisa tumbuh besar sampai 50 cm. Gede juga ya… Hasil tangkapan aku kemarin yang paling besar kurang lebih sekitar 15cm. Banyak yang menganggap ikan sapu-sapu ini jelek dan dan menyeramkan. Tapi ternyata ikan yang kelihatan hitam dan jelek ini mampu membuat akuarium menjadi bersih dan indah dipandang. Sehingga kita mampu melihat ikan hias yang coraknya lebih bagus menjadi lebih indah dalam akuarium yang bersih.

Harganya pun terbilang murah. Hanya dengan uang seribu untuk ikan sapu-sapu ukuran kecil kita bisa membelinya. Atau mancing gratis seperti saya. 

“Ikan sapu-sapu sangatlah tidak menarik. Dia tidak punya kelebihan fisik yang dapat dibanggakan. Harganya pun sangat murah. Tetapi, TUHAN memberikan kelebihan luar biasa pada dia. Dia dapat membersihkan permukaan kaca yang begitu kotor menjadi bening kembali. Itulah yang membuat ikan sapu-sapu begitu dicari-cari oleh siapa saja yang ingin akuarium atau kolam ikannya terbebas dari lumut.” (dikutip dari http://samuelhadjo.wordpress.com/2009/10/16/belajar-dari-ikan-sapu-sapu/)

Dan pelajaran berharga ini ku dapatkan dari hasil memancing ikan sapu-sapu. Begitu banyak orang mecibir dan menghina ikan sapu-sapu. Tapi saat ada orang yang terperangah menyatakan kok bisa ya mancing ikan sapu-sapu dengan kail ya bukan dengan jala sementara mulut sapu-sapu ada di bawah tidak seperti ikan-ikan yang lain. Jadi ada sedikit kebanggaan karena kita adalah pemancing pemula.

Apalagi setelah tahu manfaat ikan sapu-sapu yang ditulis oleh Mr. Samuel Hadjo di blognya. Semakin aku menyadari bahwa janganlah memandang sesuatu dari kulit luarnya saja. Walau dia hitam, jelek belum tentu dia tidak baik untuk kita.

Eh ya, gara-gara mancingnya ikan sapu-sapu mulu, aku punya julukan buat dia Mr. Brooms Catcher… Hehehehe… Btw, ikan sapu-sapu boleh dimakan nggak ya? Ada yang punya resepnya nggak?

(Lady Vhia, November 09th, 2009, 18 menit berlalu dari pukul 6 sore, time to go home…)

8 Comments (+add yours?)

  1. Zakia
    Apr 07, 2010 @ 03:32:07

    Kemaren nonton liputan di salah satu stasiun TV swasta, judulnya “warga sekitar Sungai Citarum biasa mengkonsumsi ikan sapu-sapu” menurut testimoni warga setempat yg diwawancara, rasa ikan sapu-sapu mirip sekali dengan ayam, walaupun makannya lumut, tapi tidak berasa lumut samasekali, lain halnya dengan ikan mas,yg berasa banget lumut kalo gak pintar masaknya, oleh karenanya resep untuk mengolah ikan sapu-sapu kalo digoreng, bumbunya sama dengan bumbu ayam goreng (cuma gak pake diungkep).
    Kalo dilihat dari tayangannya TV, tekstur daging ikan sapu-sapu memang liat/keras,persis daging merah, kulitnya tebal sekali seperti jaket, kudu berjuang keras untuk menyiangi ikan sapu-sapu(mirip kayak ikan laut ayam-ayaman kali ya), jadi emang ternyata ikan sapu-sapu itu bisa dikonsumsi manusia.
    TAPI !!!!!!!! kalau mau mengkonsumsi ikan sapu-sapu harus juga waspada, karena menurut penelitian, ikan sapu-sapu adalah satu-satunya spesies ikan yang dapat bertahan dalam air yang terkontaminasi sangat berat sekalipun, contoh: sungai yang berwarna hitam seperti oli, oleh karenanya, setelah diperiksa di laboratorium, ternyata daging ikan sapu-sapu itu banyak mengandung : Merkuri, timbal,logam berat,dsb (bahan pencemaran sungai), ketika ikan-ikan lain sudah pada tewas, ikan sapu-sapu tetap survive, kalo ikan sapu-sapu udah sampe gak ada, berarti gak ada makhluk hidup lain yg bisa hidup, hal ini jadi barometer tingkat pencemaran sungai.
    Jadi sebelum masal ikan sapu-sapu yg dipancing itu, lihat-lihat dulu ya habitatnya, kalau sungainya jernih siy, ya mungkin gak apapa dimakan, tapi kalau sungainya keruh, wah waspada aja deh, mending disuruh buat bersihin akuarium aja. Karena menurut testimoni warga tersebut, kalo udah kebanyak makan ikan sapu-sapu, dia merasa Pusing, kepala berat kayak gak bisa diangkat, dan bawaaanya ngantuk seharian.
    btw di danau UI juga banyak banget tuh ikan sapu-sapunya, motifnya bagus-bagus deh, trus gak usah susah di pancing, di serog pake saringan dipinggiran danau juga bisa langsung dapat, berbagai ukuran.
    Selamat mancing ya….^_^

    Reply

  2. octavhia
    Apr 07, 2010 @ 07:29:47

    Hehehehe… aq udah stop mancing sapu-sapu… Dulu suka soalnya spotnya enak dan adem. Kalau untuk Sapu-sapu aq gak pernah dimasak kayak gitu. Biasanya sih dibuat Siomay. Dan banyak loh Siomay keliling yang menggunakan bahan sapu-sapu mengingat ikan tenggiri mahal harganya.

    Tapi kalau makan sambil bayangin ikan sapu-sapunya jadi ngga bisa ketelan. Jadi, kita udah jarang lagi konsumsi sapu-sapu. Sekarang lagi demen mancing di kolam ikan mas.

    Thanks commentnya yaa…

    Reply

  3. bangtaufik
    Apr 09, 2010 @ 23:30:56

    Salut deh…… karena saya nyampe skrng blm brasil mancing seekor pun ikan sapu-sapu. any way, nyampur peletnya ama kuning telor bebeknya diapain…? telornya mentah kan…
    oya ttng bumbu dan resep masakannya saya gak tau tapi pernah makan yang di gulai asam pedas sama yang dibakar… lezat kok…. (tapi gak dapat mancing, tapi dapat njala).

    Reply

  4. Ugik Kitik
    Dec 07, 2011 @ 15:12:41

    ikan spu-apu bisa dimakan tu mbak caranya direndam dengan air panas tunggu sampai airnya dingin,setelah airnya dingin kuliti dari leher melingkar trs tarik kebawah sampai kulitnya terklupas semua selanjutnya terserah anda mau diapain&dimasak ap

    Reply

  5. sony w
    Feb 20, 2012 @ 12:47:20

    ikan sapu” bisa dikonsumsi kok…. cuman lo yg sudah tercemar limbah tidak baik utk ginjal, jantung n paru” krn mengandung zat logam berat,,,,,, resem memasaknya digodok atau dipanggang bentar aja next dikuliti kulit sisiknya n dibuang kepalanya,, setelah dagingnya dapat diambil baru dikasih bumbu n digoreng……

    Reply

    • octavhia
      Feb 20, 2012 @ 13:25:36

      Thanks infonya… Klo aq wkt tu direbus dikuliti dagingnya buat bikin siomay… Tp ada dicampur ikan tenggiri jg… Biar rasanya lbh mantap…

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.